Warga Ciwaru Lebak Keluhkan Sisi Jalan Nasional Belum Diurug, Khawatir Keselamatan Pengendara
LEBAK – Warga Kampung Ciwaru, Desa Bayah Barat, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, mengeluhkan dampak pembangunan jalan nasional di wilayah mereka.
Meski mengapresiasi proyek tersebut, mereka menyoroti minimnya perhatian terhadap keselamatan warga dan pengendara.
Suganda, salah satu warga, mengatakan bahwa pembangunan jalan yang dimulai sekitar 20 Juli 2025 itu menggunakan sistem betonisasi dengan ketinggian kurang lebih 1,5 meter.
Namun, hingga lebih dari sebulan berlalu, sisi jalan belum juga diurug.

“Kami mengapresiasi pembangunan jalan nasional ini. Tapi tolong juga perhatikan keselamatan pemilik rumah dan pengendara. Karena tanpa urukan, kendaraan warga sulit naik ke badan jalan,” ujarnya, Jumat (15/8/2025).
Menurutnya, kondisi tersebut tidak hanya menyulitkan pemilik kendaraan, tetapi juga berpotensi memicu kecelakaan lalu lintas.
“Katanya mau segera diurug, tapi sampai sekarang belum ada tindakan. Warga jadi kesulitan, apalagi yang punya kendaraan,” sambungnya.
Hal senada disampaikan warga lainnya, Andi. Ia menilai, jalan yang menghubungkan Kabupaten Lebak dengan Provinsi Jawa Barat itu sangat vital, termasuk untuk mendukung akses menuju objek wisata di Lebak Selatan.
“Kalau sisi badan jalan belum diurug, jelas ini menyulitkan dan berbahaya. Harapan kami, kontraktor bisa segera menindaklanjuti supaya aman untuk semua,” tutupnya. (*/Sahrul)


