Warga Keluhkan Maraknya Tambang Galian Tanah dan Pasir di Sekitar Jalan Rangkasbitung- Citeras
LEBAK – Aktivitas tambang galian tanah dan pasir di sekitar Jalan Citeras-Maja atau Citeras-Rangkasbitung dikeluhkan warga dan pengendara.
Selain membuat jalan dipenuhi debu saat cuaca panas, dan saat hujan justru mengubahnya menjadi licin dan berbahaya sehingga meningkatkan risiko kecelakaan.
Sejumlah warga yang tinggal di sekitar lokasi tambang mengaku resah dengan kondisi tersebut.
Warga sekitar, Ahmad menuturkan, truk-truk pengangkut material yang lalu-lalang hampir sepanjang hari menyebabkan polusi udara yang mengganggu pernapasan.
“Setiap hari kami harus menghirup debu yang beterbangan. Rumah jadi kotor, pakaian yang dijemur cepat berdebu. Kalau hujan, jalan berubah jadi licin, bahkan pernah ada pengendara motor yang jatuh,” kata dia kepada Fakta Banten, Minggu (9/2/2025).
Ia berharap ada tindakan tegas dari pihak berwenang untuk menertibkan tambang-tambang yang beroperasi tanpa memperhatikan dampak lingkungan dan keselamatan pengguna jalan.

Mereka meminta agar truk pengangkut tanah dan pasir diberi aturan ketat, termasuk wajib menutup muatan dengan terpal agar material tidak berhamburan ke jalan.
“Kami tidak menolak adanya tambang, tapi setidaknya harus ada aturan yang jelas. Jalan harus disiram secara rutin supaya tidak berdebu, dan kendaraan tambang harus memperhatikan keselamatan,” pungkasnya.
Tidak hanya warga, para pengendara yang melintas di jalur tersebut juga mengaku khawatir.
Rudi, seorang pengendara, apabila cuaca kemarau jalan berubah menjadi penuh dengan debu, dan apalagi hujan Jalan menjadi licin.
“Kalau hujan licin disini, saya sering lewat sini soalnya orang sini juga, kemudian kalau kemarau biasanya suka berdebu, kadang kalau berdebu mata perih, dan napas sesak,” terangnya.
Hingga kini, aktivitas tambang masih terus berlangsung tanpa solusi nyata untuk mengurangi dampaknya terhadap lingkungan dan keselamatan warga.
Masyarakat berharap pemerintah daerah segera turun tangan sebelum kondisi semakin memburuk dan kecelakaan makin sering terjadi. (*/Sahrul).


