Waspada Cuaca Ekstrem, BPBD Lebak Siaga Penuh Hadapi Potensi Bencana

 

LEBAK– Cuaca ekstrem kembali menghantui Kabupaten Lebak. Hujan deras yang kerap disertai angin kencang dan petir dalam beberapa hari terakhir memicu kewaspadaan tinggi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lebak.

Sebagai daerah yang memiliki kontur geografis kompleks dan rentan bencana, BPBD tak tinggal diam.

Melalui jalinan koordinasi dengan relawan desa, kecamatan, serta aparat TNI dan Polri, BPBD terus menggencarkan mitigasi dan edukasi ke warga.

“Kami perkuat jejaring informasi di 28 kecamatan. Setiap relawan kami dorong aktif memberi peringatan dini dan memantau wilayah rawan. Tujuannya satu: kurangi risiko dan selamatkan nyawa,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Lebak, Febby Rizki Pratama, Sabtu (28/6/2025).

Ancaman Nyata di Musim Peralihan

Menurut Febby, wilayah Lebak termasuk salah satu zona merah bencana di Provinsi Banten. Saat musim hujan, banjir dan tanah longsor mengintai.

Sementara di musim kemarau atau pancaroba, angin puting beliung menjadi ancaman nyata.

“Bayangkan, Lebak dikelilingi sungai besar yang mudah meluap, serta perbukitan curam yang rentan longsor. Belum lagi jalur angin yang melewati sejumlah kecamatan,” katanya.

Febby merinci, ada 14 kecamatan rawan longsor, antara lain: Bayah, Sobang, Lebakgedong, Cigemblong, Bojongmanik, Cibeber, Muncang, Gunungkencana, Cipanas, Cileles, Cimarga, Cikulur, Leuwidamar, dan Cilograng.

Sementara itu, 12 kecamatan lainnya seperti Cimarga, Leuwidamar, Rangkasbitung, Maja, Curugbitung, Wanasalam, dan Cibadak masuk kategori jalur rawan angin puting beliung.

Imbauan Keselamatan untuk Warga

BPBD mengimbau masyarakat agar lebih waspada saat cuaca buruk. Febby meminta warga untuk tidak berteduh di bawah pohon saat hujan, serta tidak menggunakan perangkat elektronik yang bisa memicu risiko tersambar petir.

“Lebih baik tetap di dalam rumah. Pastikan saluran air bersih dan irigasi terawat agar tidak tersumbat. Tindakan kecil bisa cegah bencana besar,” jelasnya.

Tak hanya itu, BPBD juga mendorong masyarakat agar aktif melaporkan kondisi lingkungannya jika ada potensi bahaya.

“Kami siap turun ke lapangan kapan pun, tapi kesadaran dan informasi dari warga adalah kekuatan utama kami,” tutup Febby. (*/Sahrul).

WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien