BEI Hentikan Perdagangan Saham Krakatau Steel, Akibat Pergerakan Harga Tak Wajar Sebulan Terakhir
JAKARTA – Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan alias menyetop sementara perdagangan saham PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) mulai sesi I, Senin (7/7/2025).
Suspensi tersebut diterapkan sampai dengan pengumuman bursa lebih lanjut.
BEI mengambil keputusan ini lantaran terjadi peningkatan harga kumulatif yang signifikan atas saham Krakatau Steel (KRAS).
“Sebagai bentuk perlindungan bagi investor, BEI memandang perlu untuk melakukan penghentian sementara perdagangan saham Krakatau Steel (KRAS) di pasar reguler dan pasar tunai mulai sesi I tanggal 7 Juli 2025 sampai dengan pengumuman bursa lebih lanjut,” terang pengumuman BEI.
Pada Jumat (4/7/2025) pekan lalu, saham Krakatau Steel (KRAS) melompat 16,30% ke Rp 314. Dalam sebulan terakhir, saham ini terbang 121,13%.
Saham KRAS sempat kena suspensi sehari pada 1 Juli 2025 karena peningkatan harga kumulatif yang signifikan. Suspensi dibuka tanggal 2 Juli.
Krakatau Steel sendiri akan menyelenggarakan public expose insidentil pada 11 Juli 2025 untuk memenuhi permintaan BEI.

Di sisi lain, Krakatau Steel menandatangani nota kesepahaman bersama Xiamien ITG Group Co Ltd (International Trade Group/ITG) dan PT Dexin Steel Indonesia dalam acara BRICS Innovation Base Industry Project Matchmaking Meeting di Beijing, China, pada 28 Juni 2025.
Acara yang diadakan dalam rangka memperdalam kerja sama industri di antara negara-negara anggota BRICS ini diselenggarakan oleh BRICS Partnership on New Industry Revolution Innovation Center Innovation Base yang berpusat di Xiamen, China.
Vice President of Strategic Material & Service Procurement Krakatau Steel Ridho Indra Permana hadir sebagai perwakilan Krakatau Steel dalam penandatangan nota kesepahaman ini.
Indonesia dalam hal ini turut berpartisipasi mengingat pada tanggal 6 Januari 2025 Indonesia resmi menjadi anggota penuh blok ekonomi BRICS (Brazil, Russia, India, China, South Africa).
“Pada acara ini Krakatau Steel sebagai bagian dari delegasi Indonesia, berkolaborasi dengan Xiamen ITG Group Co Ltd dan PT Dexin Steel Indonesia dalam kerja sama untuk produk-produk baja seperti slab, hot rolled coil, maupun potensi kerja sama lainnya,” jelas Direktur Utama Krakatau Steel Akbar Djohan dalam keterangan resmi.
Dalam event ini dikumpulkan 200 perwakilan dari negara-negara yang tergabung dalam BRICS dan mitranya serta berfokus pada pembangunan platform kerja sama inovatif yang mengintegrasikan pencocokan proyek, pertukaran teknologi maupun kolaborasi industri.
“Secara total ada 12 proyek dengan nilai melebihi 30 miliar Yuan (US$ 4,18 miliar) di mana Krakatau Steel menjadi salah satu perusahaan asal Indonesia yang menandatangani nota kesepahaman dalam acara ini. Proyek-proyek ini merupakan proyek dengan skala investasi besar, cakupan bidang yang luas dan tingkat kerja sama tinggi. Saat seluruh proyek terealisasi, ini akan memberikan dorongan besar terhadap pengembangan basis inovasi BRICS,” tambah Akbar. (*/Investor)


