JAKARTA – Pelatihan baris berbaris masih menjadi materi utama dalam pekan pertama Diklat Petugas Penyelenggaraan Ibadah Haji (PPIH) 2026 di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta.
Peserta diajarkan cara bergerak dan membangun kekompakan pasukan ala militer.
Sejak pukul 07.00 wib, peserta sudah berkumpul di depan asrama untuk mendapatkan arahan dan komando dari instruktur yang berasal dari TNI Polri.
Selama 5 hari pelaksanaan diklat, para peserta terlihat sangat antusias dalam mengikuti pelatihan baris berbaris ini.
Di sela-sela pelatihan peserta juga diajari menyanyikan ‘Yel-Yel’ agar terus membangun semangat dan kekompakan.

Dirjen Bina Penyelenggara Haji dan Umrah, Puji Raharjo, mengaku terkesan dengan kekompakan yel yel petugas haji saat meninjau pelaksanaan diklat, Kamis (15/1/2026).
“Ini yang saya bikin merinding gitu, jadi saya nggak menyangka mereka begitu antusias betul-betul menyiapkan yel-yel dan tadi saya dari kompi ke kompi ini yel-yelnya beda-beda dan semuanya yel-yelnya menunjukkan semangat yang luar biasa,” ujar Puji.
Dirjen PHU Puji Raharjo meyakini semangat dan kekompakan para petugas haji dalam diklat ini, akan menjadi cerminan pelayanan para petugas kepada jamaah selama ibadah haji di Tanah Suci nanti.
“Hari Sabtu kita akan siapkan lomba-lomba ini dalam upaya bagaimana membangun kebersamaan, kalau semua petugas sudah merasa satu rasa insyaAllah nanti ketika dapat tanggung jawab di lapangan itu korps petugas itu akan menjadi baik. Kita meniru dari korps TNI Polri yang kalau sudah bagian dari korps itu akan menjadi bagian yang saling menguatkan,” jelas Puji.
Diketahui, Menteri Haji dan Umrah RI, KH. Mochamad Irfan Yusuf juga mengatakan bahwa diklat PPIH Tahun 2026 dirancang lebih ketat dengan pendekatan ‘semi militer’ untuk membentuk karakter petugas yang tangguh, disiplin, dan berintegritas. (*/Rijal)

