Dirut Krakatau Steel Klaim Berhasil Pulih dari Krisis Finansial
JAKARTA – PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS) mengklaim telah berhasil memulihkan kondisi perusahaan dari krisis finansial dengan mencatatkan laba bersih sebesar USD 24 juta pada Kuartal III Tahun 2025.
Pencapaian ini disebut sebagai bukti keberhasilan restrukturisasi utang dan transformasi bisnis yang dijalankan perseroan.
Direktur Utama Krakatau Steel, Muhamad Akbar Djohan, menjelaskan bahwa penguatan fundamental ini didorong oleh program pelunasan dipercepat dengan skema keringanan (haircut) yang memperbaiki struktur keuangan.
Selain itu, efisiensi operasional berhasil menekan biaya usaha hingga 12% dibandingkan tahun sebelumnya.
”Keberhasilan restrukturisasi yang tercermin dari laba, peningkatan produksi dan penjualan, serta penguatan struktur keuangan merupakan fondasi penting bagi Krakatau Steel untuk berkontribusi lebih besar dalam mewujudkan kemandirian industri baja nasional. Transformasi ini kami jalankan secara disiplin dan berkelanjutan,” tegas Akbar Djohan dalam keterangannya, Rabu (24/12/2025).
Hingga September 2025, volume produksi baja konsolidasi KRAS melonjak menjadi 740 ribu ton, naik signifikan dari 540 ribu ton pada periode yang sama tahun 2024.
Tren positif ini diikuti dengan kenaikan volume penjualan yang mencapai 269 ribu ton pada Kuartal III.
Pemulihan ini juga didukung penuh oleh Danantara melalui pemberian Pinjaman Pemegang Saham (PPS) untuk modal kerja operasional fasilitas Hot Strip Mill (HSM) dan Cold Rolling Mill (CRM).
Dukungan ini diklaim menjadi faktor kunci dalam menjaga likuiditas dan memperkuat daya saing usaha secara berkelanjutan.
Menyongsong tahun 2026, KRAS optimistis mengelola aset konsolidasi senilai USD 825,3 juta melalui pengoperasian fasilitas secara mandiri dan penguatan infrastruktur pendukung di kawasan industri seluas 2.000 hektar. (*/ARAS)

