Menhaj Tinjau Menu Sarapan Diklat Petugas Haji 2026, Peserta Akui Makanan Enak dan Cukup Terpenuhi Gizi

JAKARTA – Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Petugas Penyelenggaraan Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Tahun 2026 sudah berlangsung selama 4 hari sejak dimulai pada 10 Januari 2026 lalu di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta.

Proses diklat yang diselenggarakan dengan gaya semi militer ini ternyata memberikan kesan tersendiri untuk para peserta. 

Meski harus mengikuti jadwal materi yang padat serta menguras tenaga fisik, namun ternyata peserta tetap mendapatkan jaminan gizi seimbang dengan penyajian menu makanan yang cukup. 

Di awal memasuki pagi ke empat diklat, usai shalat subuh berjamaah dan kegiatan olahraga, seperti biasa sarapan sudah tersedia untuk para peserta di ruangan lobby depan Asrama. 

Sesuai dengan budaya yang diterapkan dalam diklat, peserta berbaris rapi untuk mengantre mengambil menu sarapan yang tersaji di meja prasmanan. 

Kekompakan dan kebersamaan peserta sudah mulai terlihat dalam momen sarapan pagi ini, terutama para peserta Kompi D yang menempati Asrama Kompi D, Rabu (14/1/2026).

Selain mengantre dengan tertib, semua peserta juga menyantap makanannya dengan duduk bersama di meja makan yang ada di ruang lobby Asrama. 

Salah seorang peserta asal Sulawesi Selatan, Amiruddin Djabbar, menilai baik setiap menu makanan yang tersedia di Asrama Haji Pondok Gede ini. 

Pada sarapan pagi ini, Rabu (14/1/2026), peserta mendapatkan menu yang terdiri dari nasi putih, semur daging, tempe goreng, mie goreng, dan mentimun. 

Untuk menu penutup setiap makan, peserta juga mendapatkan buah-buahan dan kue-kue pada dua kali momen coffee break.

“Alhamdulillah, menu sarapannya enak, dan makanan di sini selalu cukup memenuhi kebutuhan gizi kami,” ungkap Amir. 

Meski harus mengantre di meja prasmanan, Amir mengakui bahwa seluruh peserta tetap tertib. 

“Peserta Kompi D ini punya rasa saling berbagi dan mempedulikan teman-temannya semua, jadi antrean makan selalu tertib dan tidak pernah ada yang kekurangan makanan,” ungkap Amir lagi. 

Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochamad Irfan Yusuf, diketahui juga melakukan inspeksi mendadak (sidak) saat sarapan disajikan untuk Diklat Petugas Haji 2026, Rabu (14/1/2026).

Pria yang akrab disapa Gus Irfan mengaku sempat mendapat laporan bahwa ada makanan yang kurang layak bagi peserta diklat Petugas Haji.

Menhaj dalam sidak kali ini memastikan, makanan yang disajikan memenuhi kualitas dan standar gizi.

“Makanan tadi, memang beberapa hari ada laporan makanannya kurang, makanannya nggak layak. Tadi saya lihat, saya datang tanpa pemberitahuan. Saya datang tanpa pemberitahuan, jadi mereka pada kaget,” kata Gus Irfan usai memimpin Apel Akbar Peserta Diklat PPIH 2026 di Asrama Haji Pondok Gede, Rabu (14/1/2026).

Menurut Gus Irfan, sarapan yang disajikan pada pagi ini layak untuk dimakan oleh para peserta.

“Makanannya saya lihat ada daging, ada tempe, ada sayur, ada buah. Itu kan sudah standar yang minimal yang harus kita siapkan. Dan Alhamdulillah jalan, saya icip dagingnya, saya icip tempenya, Alhamdulillah masih layak untuk dimakan,” ucapnya.

Menhaj juga berharap kekompakan dan kedisiplinan yang ditanamkan sejak diklat kali ini bisa menjadi fondasi kuat saat para Petugas Haji nanti mendampingi jutaan jemaah haji Indonesia pada musim haji 2026 mendatang.  (*/Rijal)

Karang Taruna Gerem
WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien