PPIH Harus Miliki Mental Tangguh Melayani dan Mengutamakan Kepentingan Jema’ah Haji Indonesia

JAKARTA – Selama proses Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Petugas Penyelenggaraan Ibadah Haji (PPIH) 2026 di Asrama Haji Pondok Gede, instruktur dan pelatih terus memberikan penekanan agar Petugas Haji memiliki komitmen dan kesiapan mental untuk menjadi pelayan jemaah.

Selain dengan pelatihan fisik dan semimiliter untuk membangun kedisiplinan dan komitmen, setiap materi dalam kelas dan diskusi juga selalu menyelipkan hal serupa.

Wakil Komandan Diklat PPIH Arab Saudi, Kolonel (Purn) Muftiono, dalam pemaparan materinya pagi ini Jum’at (23/1/2026) kembali menegaskan petugas haji harus memiliki mental tangguh.

“Mental tangguh kunci keberhasilan PPIH Arab Saudi. Tangguh itu tidak mudah menyerah,” ucap Kolonel (Purn) Muftiono.

Menurutnya dalam mewujudkan mental tangguh harus dibarengi dengan rohani yang kuat, memiliki ideologi bangsa yang teguh pada Pancasila dan cinta tanah air, memiliki semangat kejuangan dan kejiwaan yang baik.

“Empat komponen harus beririsan menjadi satu agar menjadi petugas haji yang bermental tangguh,” ujar pria yang pernah menjabat sebagai Wakapus Bintal TNI tahun 2025.

Menurut Muftiono, petugas haji yang memiliki daya juang yang tinggi akan memiliki sikap tidak mudah menyerah, rela berkorban, tahan uji, disiplin, solid, loyal, menepati janji dan memiliki etos kerja yang baik kepada jemaah haji.

“Terkait etos kerja, petugas haji harus mengutamakan kepentingan jemaah dibandingkan kepentingan sendiri,” tandasnya. ***

WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien