Sikapi Situasi Kondisi Bangsa, KB PII Desak DPR Responsif Tuntutan Rakyat untuk Tidak Pamer Kemewahan di Tengah Situasi Sulit

 

 

JAKARTA – Sehubungan dengan tragedi tertabraknya driver ojek online (ojol) Affan Kurniawan hingga meninggal oleh kendaraan taktis (rantis) Brimob, Pengurus Pusat Keluarga Besar Pelajar Islam Indonesia (KB PII) mendesak kepada aparat penegak hukum untuk melakukan proses hukum kepada pelaku secara terbuka dan transparan.

KB PII menilai akibat peristiwa tersebut, telah mendorong terjadinya eskalasi demonstrasi dan tindakan anarkis massa demonstran di berbagai daerah.

Menurut Nasrullah Larada, Ketua Umum PP KB PII dirinya ikut menyesalkan terjadinya kejadian tersebut.

“KB PII turut bela sungkawa dan ikut berduka cita atas meninggalnya saudara kita Affan Kurniawan, driver ojol pada saat demonstrasi kemarin akibat tertabrak mobil rantis aparat. KB PII menilai ini bentuk ketidakprofesionalan aparat keamanan dalam penanganan aksi unjuk rasa yang lebih mengedepankan pendekatan represif ketimbang persuasif,” katanya kepada wartawan, Senin, (1/9/2025).

Nasrullah meminta kepada presiden Prabowo agar memberikan Tindakan tegas kepada pimpinan Polri dan seluruh jajarannya yang bertanggung jawab dalam pengamanan aksi demo, sebagai bentuk pertanggung jawaban profesi karena tidak mampu mengendalikan bawahannya di lapangan.

Untuk para masyarakat yang ingin menyampaikan aspirasinya, KB PII mengajak semua masyarakat untuk menyampaikan aspirasi secara tertib, aman dan damai.

“Kalau terjadi aksi perusakan fasilitas umum, maka yang rugi adalah semua warga. Apalagi kalau aksi demonstrasi disertai perusakan dan penjarahan barang barang yang ada di mall, rumah, pertokoan dan warung kaki lima, itu bisa merusak niat suci demo untuk menuntut keadilan, serta bisa mengurangi simpati masyarakat,” ujarnya.

“Buat para demonstran yang melakukan aksi demo sambil melakukan penjarahan dan pencurian barang, hendaknya bisa dikembalikan ke tempat semula, disertai permohonan maaf kepada pemiliknya. Karena bila hal tersebut tidak dilakukan, maka tidak membawa keberkahan bagi diri kita maupun keluarga,” tegasnya.

Sedangkan terhadap kelembagaan DPR RI, KB PII minta agar anggota DPR lebih peka, proaktif dan responsive terhadap tuntutan dan aspirasi masyarakat.

“Dalam situasi yang semakin sulit, PHK dimana mana, kenaikan pajak yang tinggi dan mencekik rakyat, sebaiknya anggota DPR tidak menampilkan gaya hidup mewah, suka pamer dan tindakan serta ucapan yang tidak patut. Karena hanya akan membuat rakyat kecewa dan tambah sakit hati,” tegas Nasrullah.

Dalam menghadapi situasi kondisi sekarang dimana banyak aksi demo, pembakaran kantor polisi, DPR, rumah pejabat, dan lainnya, membuat rakyat jadi takut keluar rumah.

Oleh sebab itu KB PII mengajak kepada semua elemen komponen bangsa, para tokoh masyarakat, budayawan, agamawan, seniman, akademisi, tokoh, media massa untuk bersama sama bergandengan tangan ikut meredakan situasi.

“Hendaknya kita semua bersatu padu, ikut meredakan ketegangan dan menciptakan suasana semakin lebih kondusif. Kita semua harus bertanggung bersama meredakan situasi, tidak ikutan menyebarkan informasi hoax, mewaspadai setiap bentuk provokasi yang ingin memecah belah bangsa Indonesia,” pungkasnya. ***

Karang Taruna Gerem
WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien