Tak Terganggu Perang Iran vs Israel-AS, Menhaj: Jemaah Haji Indonesia Tetap Berangkat Sesuai Jadwal

SURABAYA – Pemerintah melalui Kementerian Haji dan Umrah memastikan bahwa persiapan dan jadwal keberangkatan jemaah haji Indonesia tahun 1447 H/2026 M tetap berjalan sesuai rencana (on schedule), meskipun situasi keamanan di Timur Tengah tengah memanas akibat konflik antara Iran dengan Israel dan Amerika Serikat (AS).
Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Gus Irfan menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada kebijakan untuk menunda ataupun mengubah lini masa perjalanan haji yang telah ditetapkan.
Pemerintah terus melakukan pemantauan ketat terhadap perkembangan geopolitik di kawasan tersebut.
“Sampai hari ini, asumsi kita semua tahapan persiapan haji berjalan normal. Kami terus berkomunikasi dengan otoritas di Arab Saudi, dan mereka memastikan persiapan di sana juga berjalan dengan baik. Jadi, jemaah tidak perlu khawatir, semua masih sesuai jadwal,” ujar Menhaj dalam keterangannya di sela rapat koordinasi, Rabu (25/3/2026).
Meski tetap berangkat sesuai jadwal, pemerintah telah menyiapkan sejumlah skenario mitigasi untuk menjamin keselamatan jemaah selama di perjalanan.
Salah satu poin utamanya adalah pengalihan rute penerbangan guna menghindari ruang udara yang menjadi zona konflik atau wilayah terdampak.

Beberapa wilayah yang masuk dalam pantauan untuk dihindari jalurnya antara lain adalah ruang udara di sekitar Irak, Suriah, hingga wilayah yang berdekatan dengan titik ketegangan Iran dan Israel.
Otoritas penerbangan Indonesia berkoordinasi dengan General Authority of Civil Aviation (GACA) Arab Saudi untuk menentukan koridor aman, termasuk kemungkinan mengambil rute selatan melewati Samudra Hindia dan masuk melalui ruang udara Afrika Timur.
Pemerintah meminta calon jemaah haji untuk tetap fokus pada persiapan fisik dan kesehatan serta mengikuti rangkaian manasik haji di daerah masing-masing.
Terkait potensi kenaikan biaya operasional akibat pengalihan rute atau penambahan asuransi risiko perang (war risk), pemerintah menyatakan hal tersebut akan dibahas lebih lanjut dengan DPR, namun prioritas utama tetap pada keselamatan jemaah.
“Kami pastikan keselamatan jemaah adalah prioritas tertinggi. Segala bentuk antisipasi, mulai dari rute penerbangan hingga prosedur keamanan di Tanah Suci, sudah masuk dalam skenario cadangan kami,” pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, koordinasi lintas kementerian antara Kementerian Haji, Kementerian Luar Negeri, dan Kementerian Perhubungan terus dilakukan secara intensif guna merespons dinamika yang terjadi di Timur Tengah secara cepat.***



