3 Tips Agar Fokus Berkendara saat Berpuasa

Loading...

SERANG – Saat berkendara di bulan Ramadhan  Terkadang tingkat fokus dan kewaspadaan menjadi lebih berkurang. Tentu saja perlu kesadaran diri agar lebih ekstra hati-hati dalam berkendara.

Instruktur Safety Riding PT Mitra Sendang Kemakmuran, Selvi mengatakan, terdapat beberapa faktor yang dapat menyebabkan kehilangan fokus saat berkendara. Di antaranya kata dia dehidrasi, ngantuk dan lapar.

“Maka dari itu, untuk menjaga agar tetap fokus saat berkendara selama melakukan ibadah puasa, bisa melakukan beberapa tips ini,” ujar Selvi, Senin, (18/3/2024).

1. Istirahat yang Cukup

Kekurangan waktu tidur ketika berpuasa merupakan hal yang sering dialami di bulan ramadhan, hal ini dapat membahayakan pengendara dan orang lain karena rasa kantuk bisa datang kapan saja, tak terkecuali ketika sedang berkendara.

Untuk itu, pengendara harus peka terhadap kondisi tubuhnya masing-masing. Jadi, ketika merasakan konsentrasi menurun karena mengantuk, usahakan beristirahat minimal selama 10 menit hingga rasa kantuk tersebut menghilang.

2. Penuhi asupan Gizi 

Agar kondisi tubuh tetap fit selama puasa, pastikan untuk penuhi asupan gizi yang cukup. Dengan mendapatkan gizi seimbang, tubuh akan mendapatkan tenaga untuk menjalankan aktivitas sehari-hari.

Hal ini bisa dilakukan dengan memperbanyak konsumsi makanan yang mengandung karbohidrat, protein, serat, hingga vitamin. Makanan ini akan memberikan energi yang cukup untuk membuat seseorang tetap fokus saat berkendara.

Selain itu, untuk menghindari dehidrasi saat berkendara di siang hari pastikan minum air putih yang cukup sebelum imsak.

Kemudian hindari mengkonsumsi minuman yang mengandung kafein seperti kopi atau minuman bersoda. Hal ini untuk menghindari tubuh agar tidak mudah terhidrasi saat berkendara.

3. Berkendara Aman 

Saat menjelang waktu berbuka puasa kondisi jalan raya menjadi padat dan sering mengakibatkan kemacetan. Dalam berkendara kita akan melakukan proses mekanisme reaksi dimana dimulai dari kita mengamati kondisi lalu lintas, melakukan identifikasi potensi bahaya, mengambil keputusan dan melakukan pengoperasian.

“Dengan melakukan prediksi bahaya, kita dapat mengantisipasi perubahan perilaku pengguna jalan. Misalnya, pengendara yang tergesa-gesa menjelang waktu berbuka puasa, pengendara yang menepi saat waktu berbuka puasa atau pedagang yang menawarkan jajanan buka puasa di tepi jalan dan lainnya. Pastikan juga mematuhi peraturan lalu lintas untuk menjaga keselamatan diri dan pengguna jalan lainnya dan tetap cari aman saat berkendara,” pungkas Selvi. (*/Faqih)

Bank bnten
WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien