AHY Kunjungi MIRA Institute Pandeglang, Soroti Konflik Agraria hingga Penguatan Infrastruktur Nasional
PANDEGLANG — Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), melaksanakan silaturahmi Ramadan ke MIRA Institute Milik Ustadz Adi Hidayat di Kabupaten Pandeglang, Banten, Sabtu (21/2/2026).
Dalam agenda tersebut, AHY didampingi Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara dan disambut oleh ulama kondang Ustadz Adi Hidayat bersama sejumlah tokoh agama serta masyarakat setempat.
Dalam sambutannya, AHY menegaskan bahwa arah pembangunan nasional tidak semata mengejar pertumbuhan ekonomi, tetapi juga harus berlandaskan prinsip keadilan. Ia menyoroti persoalan agraria yang hingga kini masih kerap memicu konflik di tengah masyarakat.
Menurutnya, sengketa lahan sering kali melibatkan berbagai pihak, mulai dari antarwarga, warga dengan korporasi, hingga warga dengan pemerintah. Bahkan, praktik mafia tanah masih menjadi ancaman nyata yang merugikan masyarakat kecil.
“Permasalahan agraria ini membutuhkan pendekatan yang adil dan bijaksana. Ada kasus tumpang tindih lahan, konflik kepemilikan, hingga korban mafia tanah. Ini menyangkut hak dan rasa keadilan masyarakat, sekecil apa pun luas tanahnya,” ujar AHY.
Ia menegaskan komitmen pemerintah untuk memperkuat penegakan hukum di sektor pertanahan sekaligus memastikan perlindungan bagi masyarakat yang dirugikan. AHY menilai, kepastian hukum atas tanah menjadi fondasi penting dalam menciptakan stabilitas sosial dan pembangunan berkelanjutan.

Selain isu agraria, AHY juga menggarisbawahi pentingnya percepatan pembangunan infrastruktur sebagai penggerak utama pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan rakyat.
Infrastruktur seperti jalan, jembatan, bendungan, serta sistem irigasi dinilai krusial untuk mendukung ketahanan pangan, air bersih, dan energi nasional.
Ia menekankan bahwa pembangunan infrastruktur membutuhkan perencanaan matang dan kolaborasi lintas sektor. Pemerintah pusat dan daerah, dunia usaha, serta masyarakat harus berjalan beriringan agar proyek strategis dapat terealisasi secara optimal dan berkelanjutan.
Pada kesempatan tersebut, AHY turut menyinggung peran strategis program transmigrasi dalam mendorong pemerataan pembangunan di luar Pulau Jawa.
Menurutnya, kawasan transmigrasi memiliki potensi besar di sektor pertanian, perkebunan, pertambangan, pariwisata, hingga industri.
Dengan sinergi kebijakan infrastruktur dan transmigrasi, pemerintah berharap dapat membuka pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru sekaligus mengurangi kesenjangan antarwilayah di Indonesia.
Kunjungan silaturahmi Ramadan ini menjadi momentum mempererat hubungan antara pemerintah dan tokoh agama, sekaligus menyerap aspirasi masyarakat terkait pembangunan dan persoalan agraria di daerah.***


