Anggaran Pembelian Alat Hasil Rekap di KPU Pandeglang Capai Rp7,6 Miliar

 

PANDEGLANG – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pandeglang menganggarkan belanja alat pengaman/ pengunci pada tempat penampung hasil rekapitulasi di PPK mencapai Rp7.698.041.000.

Hal tersebut terlihat dalam Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (Sirup) pada Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP).

Direktur Institute Pemuda Lokal Pandeglang (IPLP) Moh Ilham mengatakan, hasil penelusuran pihaknya pada sirup tersebut menemukan kejanggalan dalam laporannya.

Apalagi, katanya, dengan nilai yang sangat fantastis dalam pengadaan sebuah alat pengunci.

“Kami menemukan kejanggalan dalam sirup tersebut, masa KPU Kabupaten Pandeglang menganggarkan belanja alat pengaman/ pengunci pada tempat penampung hasil rekapitulasi di PPK mencapai Rp7,6 Miliar. Rasanya ini tidak masuk akal,” kata Ilham, Selasa (6/2/2024).

Apalagi kata Ilham, hasil investigasi pihaknya berbeda dengan Kabupaten lain. Padahal, menurut dia, kebutuhan untuk pemilu hampir sama di setiap wilayah.

Advertorial

Advertorial

“Kita bandingkan saja dengan Kabupaten Lebak, di sana ada tiga item bahkan tidak sampai mencapai Rp7 Miliar. Kalau di Pandeglang itu ada lima item mungkin itu bisa mencapai Rp 9 Miliar kalau dijumlah kan semuanya,” katanya.

Untuk itu, dia mendesak agar KPU Kabupaten Pandeglang bisa lebih transparan kepada masyarakat dalam pengelolaan anggaran. Jangan sampai anggaran yang besar dari negara disia siakan atau Bahakan di korupsi.

Ditambah sudah terbukti terkait adminitrasi keuangan KPU Pandeglang sangat tidak rapih, hal itu terjadi pada pemberian anggaran KPPS yang Bimbingan Teknis serta pelantikan.

“Kami akan terus mengawasi KPU Pandeglang, sebab kami mencium adanya dugaan untuk mengakali anggaran pemilu ini. Bahkan, kami dalam waktu dekat ini akan melakukan unjuk rasa di kantor KPU, karena banyak aktivitas pengadaan dan hal lainya terindikasi antara sekertaris dan komisioner ada main,” katanya.

Sementara itu ketua KPU Kabupaten Pandeglang Nunung Nurazizah berdalih, pihaknya tidak mengetahui secara pasti terkait adanya laporan pada sirup tersebut.

“Kalau saya tidak tau pasti, ini disebelah saya ada bagiannya (kasubag logistik),” katanya.

Sagara Kasubag keuangan, umum dan logistik KPU Kabupaten Pandeglang mengatakan, anggaran tersebut untuk keseluruhan, mulai dari logistik seperti kertas suara dan yang lainnya.

“Itu untuk semuanya, karena kami berkewajiban menyampaikan di sirup,”pungkasnya. (*/Gus)