BKD Pandeglang Usul Moratorium PNS Dicabut

PANDEGLANG – Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Pandeglang mengusulkan kepada pemerintah pusat agar moratorium Aparatur Sipil Negara (ASN) atau Pegawai Negeri Sipil bisa segera dicabut. Pasalnya Aparatur Negeri Sipil (ASN) di Pemerintahan Kabupaten Pandeglang banyak yang pensiun untuk tahun 2017 mengalami penambahan 296 sementara tahun 2016 sebanyak 294.  Sehingga untuk kebutuhan organisasi pemkab Pandeglang masih butuh banyak.

Kepala BKD Pandegkang, Fahmi Ali Sumanta mengatakan jika jumlah ASN yang pensiun selalu mengalami peningkatan. Namun secara normal, jumlah pensiun tersebut akan berlangsung sampai bulan desember.

“Pensiun itu ada yang normal, ada juga yang meninggal dunia dan ada yang pensiun atas permintaan sendiri. Jumlah pensiun pada tahun ini mencapai 296 ASN yang pensiun, itu sampai bulan desember,” Kata Fahmi saat ditemui di kantornya, Minggu (5/3).

Fahmi mengaku jika jumlah pensiun mayoritas dari kalangan guru atau ASN yang ada di Fungsional. Namun, saat ditanya rincian ASN dari fungsional Dia tidak dapat menyebutkan.

Sankyu ks

“Yang pasti ASN yang pensiun itu mayoritas dari kalangan fungsional ketimbang yang sruktural,” kilahnya.

Ia mengaku dengan adanya pensiun  Pemkab Pandeglang mengalami pengurangan ASN karena setiap tahun jumlah yang pensiun selalu meningkat, sedangkan pemerintah pusat masih memberlakukan kebijakan penghentian sementara (moratorium) perekrutan Calon ASN yang akan tetap berlanjut hingga periode 2019.

“Untuk mengisi kekosongan kita akan memappingkan terlebih dahulu, setelah itu selesai baru kami akan  melakukan lelang secara terbuka, ini terbatas hanya untuk ASN yang ada di lingkungan Pemkab Pandeglang,” tuturnya.

Sekretaris  BKD Pandeglang Agus Riyanto mengharapkan, jika pemerintah pusat untuk segera mencabut moratorium. Pasalnya, hal tersebut sangat membebani Pemkab Pandeglang untuk mengisi kekosongan pada jabatan yang ada di struktural.

“Mudah-mudahan pemerintah pusat segera adanya religuasi dan moratorium agar di tiadakan, kalaj ini masih berlanjut maka akan semakin sedikit aja ASN yang ada di Pandeglang. Sedangkan yang berpotensi sudah lumayan banyak,” pintanya. (*)