Dukungan Swasembada Pangan, 753 Hektare Sawah Dipanen di Carita Pandeglang

PANDEGLANG – Dalam rangka mendukung terwujudnya swasembada pangan nasional, Yayasan Bhakti Bela Negara menggelar panen raya padi seluas 753 hektare di Desa Sukarame, Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang, Rabu (11/2/2026).
Kegiatan panen raya tersebut dihadiri sejumlah pejabat, di antaranya Pembina Yayasan Bhakti Bela Negara Seno Aji, Staf Ahli Menteri Pertahanan Bidang Sosial Mayjen TNI Rionardo, Sekretaris Menteri Koperasi Ahmad Zabadi, Tenaga Ahli Menteri Pertanian Bidang Pemanfaatan Lahan Marginal Prof. Dr. Anny Mulyani, Wakapolda Banten Brigjen Pol. Hendra Wirawan, serta Kapolres Pandeglang AKBP Dhyno Indra Setyadi.
Bupati Pandeglang Raden Dewi Setiani menyampaikan apresiasi kepada yayasan dan para petani yang dinilai berperan besar sebagai pejuang pangan.
Menurutnya, petani memiliki posisi strategis dalam menjaga ketahanan pangan daerah maupun nasional.
“Petani adalah pejuang pangan yang memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi,” ujarnya.
Ia menegaskan, pemerintah berkomitmen meningkatkan kesejahteraan petani melalui berbagai program pertanian berkelanjutan, salah satunya dengan mendorong penggunaan pupuk organik yang lebih ramah lingkungan tanpa mengurangi produktivitas.
“Penggunaan pupuk organik terbukti lebih baik. Produktivitas tidak berkurang, bahkan berpotensi mencapai hingga 12 ton per hektare,” terangnya.

Selain itu, Dewi berharap penanaman padi varietas PS-08 yang dikembangkan Yayasan Bhakti Bela Negara di Desa Sukarame dapat diperluas ke wilayah lain di Kabupaten Pandeglang guna meningkatkan hasil panen serta pendapatan petani.
Pendampingan kepada petani dalam program ini dilakukan oleh tim Yayasan Bhakti Bela Negara sejak awal kegiatan, mulai dari proses penanaman, perawatan tanaman, hingga penyesuaian teknis budidaya sesuai kondisi lahan dan cuaca setempat.
Salah seorang petani, H. Awing, mengaku merasakan langsung keunggulan benih padi yang digunakan. Ia menanam varietas tersebut di lahan seluas satu hektare dengan hasil yang memuaskan.
“Benih ini lebih unggul dibandingkan yang lain. Pertumbuhannya sangat bagus, anakan padinya banyak, dan hasilnya lebih optimal,” tuturnya.
Sementara itu, Staf Khusus Menko Pangan Irna Narulita mengungkapkan bahwa penanaman padi organik yang diinisiasi Yayasan Bhakti Bela Negara memiliki sejumlah keunggulan dibandingkan padi pada umumnya.
“Biasanya menanam padi membutuhkan empat batang, tetapi varietas organik PS-08 cukup satu batang saja dengan anakan yang bisa mencapai hingga 75 batang,” jelasnya.
Ia berharap inovasi tersebut dapat dikembangkan secara luas, tidak hanya di Pandeglang tetapi juga di seluruh Indonesia.
“Harapan kami, varietas padi organik ini dapat ditanam di 38 provinsi sebagai bagian dari upaya memperkuat swasembada pangan nasional,” pungkasnya. (*/Riel)

