Pasien yang Ditandu Meninggal, Aktivis AMS: Bupati dan DPRD Pandeglang Lalai

 

PANDEGLANG – Aktivis dari Angkatan Muda Siliwangi (AMS) Kabupaten Pandeglang menyanyangkan adanya kejadian pasien yang di tandu warga Desa Batuhideung, Kecamatan Cimanggu dan sampai meninggal dunia. Hal tersebut menandakan adanya kelalaian dari Bupati dan Anggota DPRD Pandeglang.

Eka Supriatna aktivis AMS Pandeglang mengatakan pasien yang ditandu di Pandeglang ini sudah beberapa kali terjadi. Hal ini tidak membuat para pejabat melek dalam melakukan pelayanan pada warga.

Harusnya hal ini sudah tidak terjadi lagi apa lagi Pandeglang yang sudah meninggalkan status daerah tertinggal.

“Bupati dalam hal ini gagal dalam melayani warga, anggota DPRD juga sama lalai dalam melihat kebutuhan warga yang harus diutamakan. Sehingga hal ini masih saja terjadi di masayarakat,” ujar Eka kepada Fakta Banten, Rabu, (4/5/2022).

Kartini dprd serang

Aktivis AMS Kecamatan Cimanggu Deni mengatakan harusnya pemkab Pandeglang, khususunya Bupati dan DPRD pemilik dari kebijakan bisa melihat kebutuhan warga.

Daerah mana yang harus dibangun lebih dulu, dan daerah mana yang bisa ditunda. Apa lagi kasus yang serupa seperti ini baru beberapa bulan terjadi di Pandeglang.

“Jalur yang ada memang tidak bisa dilalui kendaran roda empat atau dua apa lagi saat musim hujan. Sehingga warga kesulitan jika harus pergi berobat, kami harap ini bisa menjadi pelajar buat kepala daerah dan anggota DPRD agar tidak terjadi lagi,” ujarnya.

Dia menjelaskan, pasien yang ditandu beberapa hari kemarin sudah meninggal dunia dirumah sakit. Semoga hal ini bisa menjadi dasar untuk introfeksi diri bagi Bupati Pandeglang jajarannya.

“Pasien sudah meninggal semoga amal ibadahnya diterima dan ditempatkan yang terbaik di sisi Allah SWT. Semoga lewat kejadian ini Pemda segera memprioritaskan infrastruktur wilayah Cimanggu dan sekitarnya,” pungkasnya. (*/Gus)

Polda