Pj Sekda Pandeglang Sebut Irna Tidak Bisa Semena-mena Copot Kadispora
PANDEGLANG – Baik di media sosial (Medsos), hadapan publik maupun dihadapan jajaraanya, Bupati Pandeglang, Irna Narulita mengembor-gemborkan bakal segera mencopot Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Pandeglang, Dadan Saladin serta jajarannya.
Hal itu buntut dari Bupati Cup 2021 yang viral karena hadiahnya tidak layak yakni, dari Rp45-95 ribu, dan pelaksanaannya tak koordinasi dengan Bupati Pandeglang, sehingga kelakukan jajarannya itu dianggap mencoreng nama baik Bupati Pandeglang.
Namun keinginan Bupati Irna itu, kemungkinan besar terhalang mekanisme dan aturan yang berlaku soal Aparatur Sipil Negara (ASN).
Penjabat (Pj) Sekertaris Daerah (Sekda) Pandeglang, Taufik Hidayat, mengatakan adanya polemik di Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Pandeglang terkait persoalan Bupati Cup.
Bupati Pandeglang tidak bisa semena-mena mencopot jabatan Kepala Dispora Pandeglang.
“Kalau pun ada pelanggaran yang dilakukan pejabat, untuk memecat, memutasikan dan sebagainya itu ada prosedur yang mesti ditempuh. Maka tidak bisa begitu langsung dipecat atau dimutasikan dan sebagainya,” kata Taufik saat ditemui di lingkungan DPRD Pandeglang, Rabu, (22/12/2021).
Taufik menjelaskan terlebih dahulu pejabat yang melanggar itu harus dilakukan pemeriksaan oleh Inspektorat. Nanti oleh Inspektorat bakal diruntut kenapa kejadian seperti itu, apa penyebabnya dan akibat lain sebagainya.
“Kalau sudah diruntut oleh Inspektorat nanti muncul rekomendasi, umpamanya rekomendasi yang bersangkutan dipindahkan bisa, diturunkan jabatan bisa dan kemungkinan sesuai aturan yang berlaku,” tegasnya.
“Sekali lagi Bupati tidak semena-mena berhentikan jabatan Kepala Dinas. Termasuk sipapun kita ada mekanisme yang harus ditempuh,” katanya menegaskan kembali.
Taufik menambahkan hasil pemeriksaan atau rekomendasi dari Inspektorat nanti turunnya ke Badan Kepegawaian dan Diklat (BKD) Pandeglang, dan setelah itu dari BKD ke Bupati Pandeglang.
“Nanti setelah ada hasil pemeriksaan dari Inspektorat munculnya ke Pak Fahmi (Kepala BKD), dari Pak Fahmi diusulkan ke beliau (Bupati),” pungkasnya. (*/Gus)

