Ruas Jalan Poros Desa Sindangkarya Pandeglang Longsor
PANDEGLANG – Ruas jalan poros desa tepatnya di Kampung Kadu Tomo, Desa Sindangkarya, Kecamatan Menes, Kabupaten Pandeglang telah terjadi longsor yang disebabkan oleh curah hujan tinggi dan aliran sungai Cimenes.
“Dikarenakan beberapa hari ini intensitas curah hujan cukup lumayan tinggi, sehingga mengakibatkan ruas jalan poros desa longsor,” kata Heni Safitri Pj. Kades Sindangkarya kepada faktabanten.co.id Senin, (17/11/2025).
Ia menyampaikan, untuk volume kerusakan yang diakibatkan oleh longsor pada badan jalan yaitu diantaranya panjang kurang lebih sekitar 30 meter dan tinggi 4 meter.
“Dampak yang ditimbulkan oleh bencana longsor tersebut dapat berakibat fatal terhadap keamanan masyarakat, dikarenakan lokasi tersebut sangat dekat dengan permukiman warga,” ungkapnya.
Selain itu, ia menjelaskan aktivitas masyarakat dan sarana transportasi terganggu, karena sebagian jalan poros desa ikut terbawa longsor, sehingga tidak dapat dilalui oleh kendaraan roda empat.
“Jika pengguna jalan khususnya roda empat melewati jalur tersebut dikhawatirkan jatuh dan terpeleset, oleh karena itu Pemerintah Desa Sindangkarya dan warga mengharapkan adanya penanganan cepat dari Pemerintah Kabupaten maupun Provinsi melalui dinas terkait yang membidanginya,” katanya.
Andri warga setempat menyampaikan, ruas jalan poros desa yang longsor perlu dilakukan penanganan langsung karena dikhawatirkan longsor tersebut akan bertambah parah dan menyebabkan terganggunya aktivitas para pengguna jalan.
“Itu terjadi sejak beberapa hari yang lalu, kalau tidak segera dilakukan penanganan oleh Pemerintah melalui dinas terkait yang membidanginya maka longsor itu bisa bertambah parah kerusakannya dan bisa menghambat terhadap pengguna jalan,” tuturnya.
Sementara itu, Titi Sumartini Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) DPUPR Pandeglang mengatakan sudah usulkan ke Balai.
“Saat ini menunggu info dari balai sama UPT irigasinya,” ujarnya melalui pesan WhatsApp.(*/Riel).
