Iklan Banner

Tarif Air Naik, Begini Kata Para Pelanggan Perumdam Tirta Berkah Pandeglang

Pandeglang Gerindra HUT

 

PANDEGLANG – Adanya rencana kenaikan tarif air yang akan dilakukan oleh Perusahan Air Minum Daerah (Perumdam) Tirta berkah Pandeglang pada tanggal 1 April mendatang membuat sejumlah pelanggan angkat bicara dengan kebijakan yang tidak menguntungkan bagi para pelanggan karena merasa kenaikan tarif air terkesan dibuat-buat tanpa pelibatan pelanggan.

Supyani salah seorang pelanggan asal Kecamatan Jiput Perumdam harusnya bisa mempertimbangkan kembali kebijakan itu. Sebab jika dipaksakan sama aja dengan membebani warga Pandeglang disaat kondisi bencana Pandemi.

“Saya pelanggan air untuk wilayah Jiput menolak dengan adanya kenaikan tarif kami minta pemerintah daerah terutama Perumdam paham dengan kondisi sekarang,” katanya pada Fakta Banten, Senin, (21/3/2022).

Pelanggan wilayah Menes Iman mengatakan kenaikan tarif harusnya bisa melibatkan para pelanggan untuk bisa bersepakat dalam menentukan tarif air, apa lagi Perumdam Tirta Berkah ini juga sebagai perusahaan daerah yang harusnya bisa lebih meringankan beban warga.

Agil HUT Gerindra

“Dalam kondisi carut marut kegiatan ekonomi warga, Perumdam malah naikan tarif air dimana rasa empatinya terhadap warga dan pelanggan. Karena kami menolak adanya kenaikan tarif,” tegasnya.

Uid pelanggan wilayah Labuan juga mengatakan adanya kebijakan kenaikan tarif membuat para pelanggan merasa dibebani apa lagi dalam kondisi pandemi begini. Ia mengatakan Dirut Perumdam Tirta Berkah Pandeglang jangan ngeyel dan jangan punya asumsi dgn kenaikan tarif 1300/M³ akan mendapatkan keuntungan lebih besar malah yang terjadi akan sebaliknya, mungkin saya akan berfikir ulang mempertahankan jadi pelanggan Perumdam akan lebih baik membuat sumur bor dari pada mempertahankan Perumdam
Karena kalau dihitung, kenaikan 1300/M³ akan menjadi 3057 utk pemakaian 0-10. Untuk pemakaian 11-20 akan kena 4700/M³. Sementara pemakaian 21 ke atas akan kena 5450/M³, sekalipun pemakaiannya hanya 11 M³ tetap yang harus dibayar 20 M³, belum double administrasi oleh Perumdam dan kantor Pos total biaya Administrasi sebesar Rp15.000.

“Harusnya ada hati nurani dari para pengurus Perumdam Tirta Berkah Pandeglang jangan terus bicara keuntungan dan keuntungan saja apa lagi ini bicara kebutuhan dasar sudah menjadi kewajiban pemerintah daerah sebagai pelayan publik. Harusnya tidak terlalu membebani,” paparnya.

Hal yang sama juga dikatakan pelanggan wilayah Cikedal Wildan kalau kebijakan itu terus dijalankan tidak menutup kemungkinan pelanggan yang ada bisa berkurang juga karena tingginya tarif air. Kenaikan ini juga bukan hal yang tidak mungkin menjadi pemicu gelombang protes dari kalangan pelanggan.

“Jika ini dipaksakan dalam kondisi sulit sekarang bisa jadi akan memicu para pelanggan melakukan gelombang protes. Harusnya anggota DPRD juga jangan diam dengan persoalan ini,” pungkasnya. (*/Gus)

Rifki HUT Gerindra
WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien