Kpu

KPU: Debat Kandidat Pilgub Banten yang Kedua, Mengadopsi Pilpres Amerika Serikat

SERANG – Debat kandidat putaran kedua Pilgub Banten akan digelar tanggal (29/1) hari Minggu ini, di salah satu TV swasta nasional.

Pada perhelatan debat nanti Komisi Pemilihan Umum (KPU) Banten menjelaskan konsep berbeda dari debat perdana.

Dijelaskan Koordinator Divisi Teknis KPU Banten, Syaiful Bahri, debat putaran kedua ini mengadopsi dari event debat Kandidat Pilpres Amerika Serikat beberapa waktu lalu.

“Debat kali ini kita mencontoh debat Kandidat Calon Presiden Amerika, yang kelihatan lebih hidup,” ujar Syaiful Bahri, Jumat (27/1).

Ada 6 segmen yang akan dihadirkan pada debat kandidat nanti, penyampaian visi dan misi kedua pasangan calon yang berorientasi pada 4 topik yaitu, demokrasi, hukum, good goverment dan narkoba.

“Ada enam segmen nanti pas debat, segmen 1 penyampaian visi dan misi, segmen selanjutnya hingga segmen ke 5 penajaman visi dan misi, segmen ke 6 segmen kampanye calon,” imbuhnya.

Diantara keenam segmen tersebut, akan ada interaksi dari moderator kepada pasangan calon dan di segmen ke 4 dan ke 5 kedua kandidat pasangan calon gubernur dan wakil gubernur diberikan waktu bertanya dan menanggapi.

Advertorial

Advertorial

“Pertanyaan dari moderator dan langsung ditanggapi, penajaman visi misi ada pertanyaan dari moderator yang juga ditanggapi antar pasangan,” tambahnya.

Namun Ipul menjelaskan pada segmen interaksi calon sendiri pertanyaan dan tanggapan ditunjukan kepada tingkat yang sama, calon gubernur kepada calon gubernur dan hal tersebut juga berlaku bagi calon wakil gubernur.

“Pertanyaan dari calon gubernur di jawab calon gubernur dari wakil dijawab wakil,” jelas Syaiful.

Sementara itu hal lain yang berbeda dari debat sebelumnya adalah moderator yang memandu acara tersebut tidak lagi dari akademisi, tapi presenter TV yang disiapkan oleh penyelenggara.

“Moderator dari pihak TV biar debat lebih hidup,” ujarnya.

Untuk pertanyaan yang akan dilayangkan moderator kepada para kandidat merupakan hasil perumusan tim pakar, namun untuk pertanyaan dari calon itu diserahkan kepada seluruh kandidat.

“Pertanyaan semua dibuat pakar, kecuali yang ditanyakan kandidat,” pungkasnya. (*)