Masa Tenang, Bawaslu Banten Himbau Tak Ada Kampanye di Media Sosial

Gerindra Nizar

SERANG – Bawaslu Banten memberikan peringatan kepada tim pasangan calon untuk tidak melakukan kegiatan apa pun di masa tenang. Kegiatan itu termasuk konsolidasi kader, pemberian bekal saksi, kegiatan keagamaan, tabligh akbar, istighosah, majelis talim dan bentuk keramaian yang terindikasi kampanye.

“Kita harapkan kedua pasangan calon mentaati itu. Larangan itu mulai tanggal 12, 13, 14 Februari 2017,” kata Ketua Bawaslu Banten Pramono U Tantowi kepada wartawan di Hotel Le Dian, Kota Serang (10/9/2017).

Bawaslu juga akan melayangkan surat resmi ke Kapolda Banten, Kapolres jajaran untuk tidak memberikan izin keramian oleh pihak manapun di masa tenang. Ini dilakukan agar tidak ada kegiatan kampanye terselubung karena Bawaslu mensinyalir pertemuan di masa tenang akan menjadi pintu masuk poilitik uang sebelum pemilihan.

Fraksi serang

“Jika ada kegiatan kami akan melakukan komunikasi persuasif agar dibatalkan. Jika masih berlangsung kita akan upayakan penghentian kegiatan yang dimaksud,” ujar Pramono.

Fraksi

Kemudian, terkait kampanye di media sosial, Bawaslu mengaku tetap akan mengawasi 3 akun resmi yang didaftarkan ke KPU. Di luar akun tersebut, berdasarkan peraturan KPU yang belum mengatur, Bawaslu belum bisa menjangkau karena keterbatasan kemampuan.

“Sebenarnya tidak boleh karena dilarang. Tetapi Biasanya kan kita sulit mendekteksi siapa penyebar awalnya. Yang punya kemampuan itu kepolisian kita hanya mengimbau medsos juga menggunakan itu secara bijaksana,” tambah Pramono.

Dalam rangka mendukung peringatan ini Bawaslu juga menurunkan Tim Saber OTT Politik uang di masa tenang. Tim ini akan selalu bergerak dan stanby begitu ada laporan kejadian politik uang. Selain itu mereka juga akan mengantisipasi serangan fajar di hari H pemilihan.

“Perbaikan kita adalah membentuk Saber. Kalau kemarin kan menunggu laporan. Sekarang kita proaktif, mumpung pelaku dan penerima masih di tempat, amplopnya masih di tempat, kita tangani. Ini bagian dari koreksi,” ucapnya. (*)

Sumber: detik.com

Gerindra kuswandi