Iklan Banner

Angka Stunting di Kota Serang Masih Stagnan, Dinkes Genjot Program Intervensi Gizi

Pandeglang Gerindra HUT

SERANG – Angka prevalensi stunting di Kota Serang dalam dua tahun terakhir masih menunjukkan tren stagnan.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Serang, prevalensi stunting pada tahun 2023 tercatat sebesar 22,3 persen, kemudian meningkat sedikit pada tahun 2024 menjadi 22,9 persen, dan bertahan di angka 22,9 persen pada tahun 2025.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Serang, dr. Teja Ratri, mengatakan bahwa pemerintah terus berupaya menekan angka stunting melalui berbagai program intervensi spesifik dan sensitif yang dijalankan oleh Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS).

“Kami melakukan intervensi melalui 31 indikator yang melibatkan lintas sektor. Misalnya, pemenuhan gizi bagi ibu hamil dengan kekurangan energi kronik (KEK), pemberian tablet tambah darah (TTD) dan Multiple Micronutrient Supplement (MMS), pemeriksaan kehamilan minimal enam kali, serta pemantauan tumbuh kembang anak di bawah dua tahun,” ungkap Teja, Kamis (20/11/2025).

Selain itu, Dinkes juga memastikan bahwa bayi baru lahir mendapatkan inisiasi menyusu dini (IMD), bayi 0–5 bulan memperoleh ASI eksklusif, serta anak usia 6–23 bulan mendapat makanan pendamping ASI (MP-ASI).

Anak dengan gizi kurang maupun gizi buruk juga mendapatkan penanganan dan tambahan asupan gizi sesuai tata laksana yang berlaku.

Agil HUT Gerindra

Tak hanya itu, remaja putri menjadi sasaran penting pencegahan stunting melalui konsumsi rutin tablet tambah darah dan skrining anemia di sekolah-sekolah.

Untuk memperkuat koordinasi lintas sektor, Pemkot Serang secara rutin melaksanakan rapat koordinasi dan rembug stunting di tingkat kecamatan dan kota.

Evaluasi berkala juga dilakukan untuk menilai efektivitas program di lapangan.

“Semua kelurahan di Kota Serang kini menjadi lokus pencegahan dan percepatan penurunan stunting. Kami juga menggerakkan masyarakat agar aktif datang ke posyandu, melakukan deteksi dini balita bermasalah gizi, dan melaksanakan kunjungan rumah bagi balita yang tidak hadir ke posyandu,” ujar Teja.

Sebagai bentuk partisipasi masyarakat, Pemkot Serang juga menggulirkan Gerakan Genting (Gerakan Orang Tua Asuh Balita Stunting) untuk membantu pemenuhan kebutuhan gizi anak-anak yang terindikasi stunting.

Dengan serangkaian program tersebut, Dinas Kesehatan berharap angka prevalensi stunting di Kota Serang dapat segera menunjukkan tren penurunan yang signifikan dalam dua tahun ke depan.***

Rifki HUT Gerindra
WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien