Banjir Rendam 150 Rumah di Bojonegara Serang, GEMA BP Soroti Respons Pemerintah
SERANG – Banjir merendam sejumlah wilayah di Kecamatan Bojonegara, Kabupaten Serang, sejak Sabtu malam hingga Minggu pagi (8/3/2026). Sedikitnya 150 rumah warga terdampak akibat luapan air setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut.
Koordinator Presidium Gerakan Masyarakat Bojonegara Puloampel (GEMA BP), Ari Daelami, mempertanyakan respons pemerintah daerah yang dinilai lambat dalam menangani banjir yang melanda kawasan Bojonegara dan Pulo Ampel.
“Tentu kami sangat prihatin dengan adanya banjir di Kecamatan Bojonegara dan Pulo Ampel. Ribuan warga terpaksa menjalani sahur dalam kondisi memprihatinkan karena rumah mereka terendam banjir sejak dini hari tadi,” kata Ari, Minggu (8/3/2026).
Ari menyayangkan sikap Pemerintah Kabupaten Serang maupun Pemerintah Provinsi Banten yang dinilai belum memberikan solusi permanen terhadap banjir yang disebutnya sebagai bencana tahunan di wilayah tersebut.
“Kami menyayangkan sikap abai dari pemerintah, baik Pemkab Serang maupun Pemprov Banten dalam memberikan logistik dan solusi permanen atas bencana tahunan ini,” ujarnya.
Menurut Ari, hingga pagi hari warga masih harus beraktivitas di tengah genangan air tanpa bantuan logistik yang memadai.
“Saat warga ingin sahur harus berjibaku dengan air yang masuk ke dalam rumah. Hingga saat ini belum ada bantuan logistik yang memadai dari pemerintah bagi warga terdampak,” katanya.
Ia juga menilai pemerintah belum merespons usulan mitigasi bencana yang sebelumnya diajukan oleh masyarakat.
“Kami melihat ada pengabaian hak-hak dasar warga Bojonegara dan Pulo Ampel. Padahal sebelumnya kami dari GEMA BP sudah mengusulkan upaya mitigasi bencana ini, namun hingga saat ini belum ada jawaban dari pemerintah,” pungkasnya.
Sementara itu, berdasarkan laporan BPBD Kabupaten Serang, banjir terjadi di Kampung Pasar RT 001/RW 003, Desa Bojonegara, Kecamatan Bojonegara pada Sabtu (7/3/2026) sekitar pukul 22.00 WIB.
Banjir dipicu hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut sejak pukul 20.00 WIB sehingga air menggenangi permukiman warga.
Kepala BPBD Kabupaten Serang, Ajat Sudrajat, mengatakan tim SAR BPBD langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan asesmen dan penanganan awal.
“Personel BPBD Kabupaten Serang sudah turun ke lokasi untuk melakukan asesmen kondisi di lapangan setelah menerima laporan banjir,” kata Ajat.
Dari hasil pendataan sementara, banjir berdampak pada 171 kepala keluarga (KK) atau sekitar 580 jiwa. Di antaranya terdapat 45 lansia serta 50 balita dan anak-anak.
Selain rumah warga, satu fasilitas umum yakni Masjid Al-Amin juga terdampak genangan air.
Ajat menjelaskan tinggi muka air di luar rumah warga mencapai 50 hingga 60 sentimeter dengan arus cukup deras sehingga berpotensi membahayakan warga. Sementara di dalam rumah genangan air berkisar 5 hingga 10 sentimeter.
“Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut,” ujarnya.
BPBD mencatat sejumlah kebutuhan mendesak bagi warga terdampak banjir, di antaranya makanan siap saji, perahu viber, obat-obatan, selimut, family kit, baby kit, serta tenda pengungsi.
Di lokasi kejadian, penanganan melibatkan personel dari BPBD Kabupaten Serang, Polsek, Koramil, pihak kecamatan, pemerintah desa, serta warga setempat.
BPBD juga menyiagakan satu unit kendaraan operasional dan dua unit perahu viber untuk membantu proses penanganan di lapangan.
Banjir di wilayah Bojonegara sendiri diketahui kerap terjadi saat curah hujan tinggi, sehingga masyarakat berharap pemerintah dapat segera menghadirkan solusi jangka panjang untuk mencegah kejadian serupa terulang. ***

