Iklan Banner

Dari Lahan Tidur Menjadi Lahan Subur, Dosen Untirta Berdayakan Masyarakat lewat Urban Farming Terpadu

DPRD Kab Serang HPN

 

SERANG – Tim dosen Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat melalui skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat dalam Program Kemitraan Masyarakat (PKM).

Program tersebut didukung dan didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek).

Pelaksanaan kegiatan berlangsung sejak September hingga Desember 2025 dengan fokus mengoptimalkan lahan tidur di kawasan perkotaan agar menjadi lahan subur dan produktif melalui penerapan konsep urban farming terpadu.

Kegiatan itu diketuai oleh Een Mardiyanti, M.Pd., dengan anggota Kania Asri Liany, M.Si., dan Rahmi Hidayati, M.A. Program tersebut mengusung tema Pengelolaan Lahan Tidur sebagai Solusi Urban Farming Terpadu melalui Optimalisasi Sampah Organik dengan Maggot (Hermetia illucens) di Kawasan Kota Serang Baru dalam Mendukung Ekonomi dan Ketahanan Pangan Keluarga.

“Melalui program ini, kami berupaya mendorong pemanfaatan lahan tidur dengan sistem urban farming terpadu sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pengelolaan sampah organik rumah tangga menggunakan larva Black Soldier Fly (BSF) atau maggot sebagai dekomposer alami,” ujar Een selaku ketua tim, Selasa (23/12/2025).

Menurutnya, wilayah Kota Serang Baru memiliki potensi lahan tidur yang cukup luas, namun sebelumnya belum dimanfaatkan secara optimal.

Kondisi lahan yang didominasi ilalang dinilai belum memberikan nilai ekonomi maupun manfaat ekologis bagi masyarakat sekitar.

HPN Dinkes Prokopim

Pemanfaatan lahan tidur di kawasan perkotaan tersebut dinilai menjadi strategi penting dalam memperkuat ketahanan pangan rumah tangga sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan berbasis lingkungan.

Pelaksanaan program dilakukan melalui rangkaian sosialisasi, pelatihan, dan praktik langsung yang melibatkan Komunitas Petani Tanah Garapan (Petagar) Kota Serang Baru (KSB) serta warga setempat.

Kegiatan dibagi ke dalam dua tahap utama. Tahap pertama berupa pelatihan urban farming berbasis integrated farming dan raised bed guna meningkatkan produktivitas lahan sempit di kawasan permukiman.

Tahap kedua difokuskan pada pelatihan pengelolaan sampah organik rumah tangga menggunakan maggot yang ramah lingkungan sekaligus berpotensi memberikan nilai ekonomi tambahan.

Selain itu, tim dosen Untirta juga melaksanakan sejumlah kegiatan pendukung, antara lain pemantauan dan perawatan tanaman, pendampingan kelompok, pelatihan pemasaran hasil produksi, uji coba penjualan, serta promosi berbasis digital.

Mitra program, yakni Komunitas Petagar KSB, juga menerima bantuan berupa alat pertanian sederhana untuk mendukung pengolahan lahan.

Sementara itu, Ketua Komunitas Petagar KSB, Wawan, menyampaikan bahwa melalui program tersebut masyarakat diharapkan mampu mengelola lahan tidur secara mandiri, mengurangi volume sampah organik rumah tangga, serta meningkatkan ketahanan pangan dan perekonomian keluarga.

“Program ini menjadi wujud nyata peran perguruan tinggi dalam mendukung pemberdayaan masyarakat perkotaan. Masyarakat merasa sangat terbantu karena mendapatkan pelatihan dan bantuan yang benar-benar bermanfaat,” ujar Wawan.

Tim dosen Untirta bersama Komunitas Petagar KSB menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada DPPM Ditjen Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek atas dukungan pendanaan yang telah diberikan, sehingga kegiatan pengabdian kepada masyarakat tersebut dapat terlaksana dengan baik dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.***

HUT Fakta PT PCM
WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien