Iklan Banner

Dewan PKS Ini Ikut Hadir Dalam Pertemuan Ulama Kota Serang Tolak Rapid Test Covid-19

DPRD Kota Serang HPN

SERANG – Diberitakan sebelumnya, sejumlah ulama, kiyai dan santri yang tergabung ke dalam Forum Silaturahmi Pondok Pesantren (FSPP) Kota Serang menolak dilakukanya rapid test Covid-19.

Baca juga: Tidak Percaya, Sejumlah Ulama dan Kiayi di Kota Serang Tolak Rapid Tes

Saat dikonfirmasi, Presidium FSPP Kota Serang, Kiyai Enting Abdul Karim mengatakan, dibuatnya video penolakan rapid test oleh sejumlah ulama dan kiyai dikarenakan adanya ketakutan dan ketidakpercayaan terhadap rapid test yang selama ini dilakukan.

“Itu keputusan semua para kiyai, akhirnya supaya didengar penolakan tersebut. Dibikin video itu bahwa para ulama, kiyai dan santri se-Kota Serang tidak usah di rapid test,” ucapnya, Selasa (16/6/2020).

Namun diketahui, saat testimoni penolakan dalam video tersebut dihadiri oleh salah satu Anggota DPRD Banten dari Fraksi PKS, yakni Juheni M. Rois.

Dedi Haryadi HUT Gerindra

Saat dikonfirmasi, Juheni mengaku hanya menampung aspirasi para kiyai dan ulama. “Ya dukung aja, wong mereka mintanya gitu masa gak didukung,” katanya, Rabu (17/6/2020).

“Kan bukan menolak program pemerintah, para Kiyai juga bukan menolak program pemerintah,” lanjutnya.

Ketua Fraksi PKS DPRD Banten itu menyebut, Pondok pesantren (Ponpes) itu tempat yang bersih, dan tidak tepat dilakukan rapid test di Ponpes.

“Yang harus dirapid test yang pertama dan utama itu yang tempatnya kumuh, banyak orang keluar masuk, bebas, pasar, mall, rapid test tuh. Pesantren mah orangnya homogen itu itu aja,” ucapnya.

Ia menyebut, jika Ponpes di Kota Serang sedang damai damai saja. Sementara di Kota Serang sendiri saat ini menempati urutan ke 6 dari 8 daerah se Provinsi Banten, dengan jumlah 21 kasus positif Corona. (*/JL)

HPN Dinkes Prokopim
WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien