Dinas Pendidikan Akui Program KIP Belum Sepenuhnya Mengakomodir Pelajar Miskin di Banten

SERANG – Penyaluran program bantuan pendidikan melalui Kartu Indonesia Pintar (KIP) di Banten masih belum maksimal, hal tersebut lantaran data yang digunakan untuk dasar penentuan siswa penerima bantuan masih menggunakan data lama.

Hal tersebut dikatakan Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten, Ardius, usai mengikuti Konsultasi Publik RPJMD Provinsi Banten, Kamis (4/5/2017).

Sekretaris Dindikbud Provinsi Banten menjelaskan, dasar penentuan penerima bantuan pendidikan KIP masih menggunakan data lama bukan dari Dapodik.

Sankyu ks

“Banyak dari siswa kita yang tidak masuk KIP karena datanya masih data lama bukan dari Dapodik,” ujarnya, Kamis (4/5/2017).

Menurut Ardius, Dapodik merupakan data yang valid karena proses pembaharuan datanya divalidasi setiap tiga bulan.

Karena serapan KIP yang masih rendah di Provinsi Banten, Dindik akan melakukan evaluasi terhadap proses penentuan penerima bantuan.

“Kita akan mengevaluasi data lama yang banyak belum terserap dan memaksimalkan updating data ini karenakan saat ini banyak anak-anak miskin perlu bantuan,” ujarnya.(*)