Wisata Anyer

DPRD Serang Soroti Penanganan Banjir yang Dinilai Masih Seremonial, Minta Solusi Jangka Panjang

 

SERANG – Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Kabupaten Serang yang juga anggota Komisi IV, Azwar Anas, mendesak Pemerintah Kabupaten Serang agar segera mengambil langkah nyata dan terukur dalam menangani persoalan banjir yang kerap melanda sejumlah wilayah.

Menurut Anas, penanganan banjir oleh Pemkab Serang tidak bisa lagi bersifat reaktif atau sekadar pemberian bantuan logistik saat bencana terjadi.

Ia menilai pendekatan tersebut tidak menyentuh akar persoalan yang menyebabkan banjir terus berulang setiap tahun.

“Banjir ini sudah meluas dan tidak boleh dibiarkan. Jangan sampai pemerintah hanya fokus pada bantuan sembako atau bantuan sesaat yang sifatnya seremonial. Itu bukan solusi jangka panjang bagi masyarakat,” kata Anas, Senin (12/1/2026).

Sebagai bentuk keseriusan, Anas mengungkapkan telah mengusulkan kepada pimpinan DPRD Kabupaten Serang agar segera menggelar rapat koordinasi lintas sektor.

Rapat tersebut rencananya melibatkan Dinas Pekerjaan Umum (PU), Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim), serta Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).

Ia menilai koordinasi lintas OPD sangat penting untuk memetakan secara komprehensif penyebab banjir sekaligus menyusun kebutuhan anggaran yang tepat sasaran dan berkelanjutan.

Anas memaparkan, terdapat sejumlah faktor utama yang menjadi pemicu banjir, di antaranya saluran drainase yang tidak berfungsi optimal, penyempitan aliran air, serta masih rendahnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan sungai.

“Masalah ini tidak bisa diselesaikan secara parsial. Dibutuhkan perencanaan anggaran yang matang dan kerja sama semua pihak agar banjir tidak terus menjadi agenda tahunan,” tegasnya.

Selain mengganggu aktivitas warga, banjir yang berlangsung lama juga berdampak serius pada kerusakan infrastruktur publik, khususnya jalan raya. Genangan air yang terus-menerus, kata Anas, mempercepat kerusakan lapisan aspal dan meningkatkan biaya perbaikan.

“Kalau banjir dibiarkan, aspal cepat rusak dan kerugiannya akan jauh lebih besar. Ini harus dicegah sejak sekarang,” ujarnya.

Dalam pandangan Fraksi Demokrat, solusi jangka panjang penanganan banjir setidaknya mencakup dua fokus utama.

Pertama, pembenahan dan pelebaran drainase agar mampu menampung debit air saat curah hujan tinggi.

Kedua, penyediaan ruang serapan air, termasuk melalui program penghijauan dan penanaman kembali pohon di wilayah yang kondisi hutannya mulai berkurang.

Anas berharap pemerintah daerah memiliki komitmen dan perhatian yang sama terhadap persoalan ini, sehingga masyarakat Kabupaten Serang tidak terus-menerus menjadi korban banjir dari tahun ke tahun.

“Ini harus ditangani dengan solusi jangka panjang, bukan hanya tambal sulam,” pungkasnya. ***

WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien