Gapoktan Sambut Baik Penurunan Harga Pupuk, DKPP Serang Yakin Produktivitas Naik

SERANG – Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Serang, Suhardjo, menyampaikan optimisme bahwa penurunan harga pupuk bersubsidi akan berdampak positif terhadap peningkatan hasil produksi pertanian, khususnya padi, di wilayah Kabupaten Serang.
Menurut Suhardjo, hingga akhir Oktober 2025, penyerapan pupuk bersubsidi di Kabupaten Serang baru mencapai 48 persen.
Angka tersebut menunjukkan bahwa ketersediaan pupuk masih mencukupi, sehingga petani tidak perlu khawatir akan kelangkaan pupuk menjelang musim tanam.
“Penyerapan pupuk subsidi sampai akhir Oktober baru 48 persen. Artinya, ketersediaan pupuk tidak kurang. Apalagi, pemerintah telah menurunkan harga pupuk bersubsidi sekitar 20 persen — dari Rp2.290 menjadi Rp1.800 untuk jenis Urea, dan dari Rp2.300 menjadi Rp1.840 untuk NPK. Untuk kemasan 50 kilogram, harga awal Rp112.500 kini turun menjadi Rp90.000, sedangkan NPK dari Rp130.000 turun menjadi Rp90.000. Itu penurunan yang cukup signifikan,” jelas Suhardjo usai acara pemberian Jamsostek untuk petani di Kecamatan Pontang, Kamis (6/11/2025).
Dengan adanya penurunan harga tersebut, pihaknya optimistis petani akan menggunakan pupuk secara maksimal sehingga berdampak pada peningkatan produktivitas dan keuntungan petani.
“Saya optimis dengan turunnya harga pupuk, petani akan menggunakan pupuk secara optimal. Sebelumnya mereka menahan karena harga mahal, sekarang dengan harga yang turun, penggunaan akan meningkat. Dampaknya produksi padi juga meningkat.
Selain itu, biaya operasional berkurang dan keuntungan petani bertambah. Mudah-mudahan harga gabah (HPP) masih di kisaran Rp6.500, sehingga Bulog juga bisa menyerap hasil panen,” tambahnya.
Menanggapi rendahnya penyerapan pupuk hingga saat ini, Suhardjo menjelaskan hal itu disebabkan oleh adanya bantuan pemerintah berupa paket bibit dan pupuk bagi petani, sehingga distribusi pupuk subsidi belum terserap sepenuhnya.
“Penyerapan masih rendah karena sebagian petani mendapatkan bantuan berupa paket bibit dan pupuk. Jadi bukan karena pupuknya langka, tapi karena stok masih ada,” ujarnya.
Suhardjo juga menjelaskan bahwa saat ini sebagian wilayah Kabupaten Serang tengah memasuki musim panen.
Ia memperkirakan masa panen berlangsung hingga Januari–Februari 2026, dan target produksi padi tahun ini akan tercapai bahkan berpotensi melampaui target.
“Sampai akhir Oktober kemarin, capaian hasil panen sudah mencapai sekitar 93 persen. Target produksi kita 576 ribu ton, dan saya optimis sampai akhir Desember bisa mencapai 580 ribu ton,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Kecamatan Padarincang, Haris, menyambut baik kebijakan pemerintah dalam menurunkan harga pupuk bersubsidi.
“Kami menyambut baik turunnya harga pupuk bersubsidi. Diharapkan kebijakan ini bisa meningkatkan kualitas dan hasil produksi panen padi di Kabupaten Serang,” ujarnya.***
