Gelar Stadium General, KAMMI Serang Bicara Konsistensi Desain Tata Kelola Kota

 

SERANG – Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Daerah Serang, menggelar stadium general di Ruang Aspirasi DPRD Kota Serang, Sabtu (23/3/2024).

Stadium general tersebut mengangkat tema konsistensi desain tata kelola kota menuju Serang maju.

Hadir sebagai narasumber Wakil Ketua DPRD Kota Serang Hasan Basri yang juga merupakan deklarator KAMMI di Banten. Selain Hasan, diundang juga Moh. Rizky Godjali Akademisi Ilmu Pemerintahan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Sultan Ageng Tirtayasa.

Dalam pemaparannya Hasan Basri memberikan motivasi serta masukan terhadap gerakan mahasiswa yang menurutnya mengalami kemunduran.

“Hal tersebut dilihat dari fenomena pemilu di mana guru besar di kampus-kampus yang sudah turun menyuarakan kondisi demokrasi di Indonesia, guru besar di kampus-kampus sudah turun ke lapangan, tapi mahasiswa belum kelihatan, gerakan mahasiswa sudah padam,” kata Hasan.

Selain itu, ia juga menyinggung Kota Serang sebagai Ibu Kota, secara hukum tidak dijelaskan kalau Kota Serang itu sebagai Ibu Kota Provinsi Banten, di sana hanya disebutkan Ibu Kota Provinsi Banten adalah Serang, sehingga tidak ada kejelasan.

Kartini dprd serang

Hasan juga menilai jika Kota Serang sebagai Ibu Kota, seharusnya Kota Serang mendapatkan PAD yang besar.

“APBD lebih besar dibandingkan daerah-daerah lainnya di Banten dan selalu disayang atau selalu mendapatkan perhatian dari Provinsi Banten, menurutnya Kota Serang tidak mendapatkan haknya jika benar sebagai Ibu Kota Provinsi Banten, selain itu Hasan juga menilai bahwa Kota Serang tidak konsisten dalam tata kelola, tidak konsisten sehingga masalah-masalah klasik belum terselesaikan,” kata Hasan.

Moh. Rizky Godjali juga memberikan pemaparan pembangunan dan melakukan konstruksi antara Kota Serang dengan kota dan kabupaten lainnya di Banten.

Menurutnya Kota Serang bingung disebut sebagai kota apa, Kota Serang sebagai kota industri bukan, kota pendidikan bukan, kota pariwisata bukan, Kota pasar bukan.

“Kebijakan dan strategi kurang maksimal tereksekusi secara baik, karena faktanya Kota Serang masih tertinggal dibandingkan kota-kota yang ada di Banten,” ujarnya.

Selain itu Rizky menyinggung visi dan misi Kota Serang periode saat ini yaitu Syafrudin dan Subadri tidak sesuai dengan kondisi masyarakat dan kotanya.

“Tentu solusinya untuk membangun Serang maju adalah dengan melakukan kolaborasi,” tandasnya.

Untuk diketahui, stadium general merupakan rangkaian kegiatan dari Rapat Pimpinan Daerah (Rapimda) KAMMI Serang. (*/Red)

Polda