Dinkes Kota Serang HPN

Inflasi Kota Serang Sentuh 4,06 Persen, Pemkot Pastikan Stok Beras dan Minyak Aman Jelang Ramadan

DPRD Kota Serang HPN

 

SERANG – Tingkat inflasi di Kota Serang pada Januari 2026 tercatat mencapai 4,06 persen. Meski terjadi kenaikan dibanding tahun sebelumnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Serang memastikan kondisi harga pangan masih terkendali.

Stok beras dan minyak goreng dinilai aman menjelang Ramadan, sementara deflasi bulanan sebesar 0,16 persen menjadi sinyal positif stabilnya harga kebutuhan pokok di pasar.

Asisten Daerah (Asda) II Pemkot Serang, Yudi Suryadi, mengatakan
meski mengalami deflasi bulanan, tingkat inflasi tahunan Kota Serang pada Januari 2026 tercatat 4,06 persen.

Yudi menjelaskan, kenaikan inflasi tahunan disebabkan oleh faktor kebijakan pusat dan komoditas tertentu.

“Penyebab utama inflasi itu dari tarif listrik dan harga emas. Tahun lalu ada subsidi listrik, sehingga tarifnya berkurang. Tahun ini kembali normal, jadi terlihat naik. Selain itu, harga emas juga meningkat karena permintaannya tinggi,” ucapnya. Rabu (11/2/2026).

Selain tarif listrik dan emas, inflasi juga dipicu oleh kenaikan harga rokok kretek putih, ikan bawah, dan sigaret kretek.

Dedi Haryadi HUT Gerindra

Sementara untuk komoditas pangan, Yudi menyebut situasi relatif terkendali menjelang bulan Ramadan dan Idul Fitri. Bahkan, Bulog Banten disebut mendapat penugasan dari pemerintah pusat untuk mengekspor beras.

“Informasi dari Bulog, beras kita justru akan diekspor karena stoknya cukup. Tapi tentu kami berharap ekspor ini tidak sampai mengurangi pasokan di dalam negeri,” katanya.

Terkait minyak goreng, stok di Kota Serang disebut aman. Namun, masih terdapat kendala dalam pemasaran akibat banyak pedagang yang belum memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) sebagai syarat distribusi resmi.

“Harga minyak seharusnya sesuai HET Rp15.700. Tapi di lapangan ada perbedaan karena pedagang kecil belum punya NIB dan ambil barang dari pasar besar dengan harga lebih tinggi,” ujar Yudi.

Untuk komoditas daging, Yudi menilai kenaikan harga beberapa waktu lalu dipicu faktor impor. Namun menurutnya, masyarakat masih bisa beralih ke alternatif lain seperti ayam atau telur.

“Daging sapi bukan kebutuhan pokok. Kalau harganya naik, masyarakat bisa beralih ke ayam, telur, atau daging kerbau,” pungkasnya.

Secara keseluruhan, Pemkot Serang menilai kondisi harga pangan di wilayahnya tetap terkendali menjelang Ramadan, dengan stok beras, minyak, dan gula yang masih aman di pasaran.***

HPN Dinkes Prokopim
WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien