Iklan Banner

Kasus HIV di Kota Serang Terus Bertambah Meski Prevalensi Menurun, LSL Jadi Kelompok Terbanyak

Pandeglang Gerindra HUT

 

SERANG – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Serang mencatat, prevalensi kasus HIV di wilayahnya menunjukkan tren penurunan dalam tiga tahun terakhir. Meski demikian, penemuan kasus baru masih terjadi setiap tahun.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Serang, dr. Teja Ratri, mengatakan bahwa prevalensi HIV pada tahun 2023 tercatat sebesar 0,8 persen, dan menurun menjadi 0,7 persen hingga Oktober 2025.

“Selama tiga tahun terakhir prevalensinya terus menurun. Tiga tahun lalu di angka satu persen, kemudian turun menjadi 0,8, dan sekarang 0,7 hingga data Oktober 2025,” ungkap Teja di Kota Serang, Selasa (18/11/2025).

Teja menjelaskan, hingga tahun 2024 total kasus HIV di Kota Serang mencapai 405 orang, terhitung sejak Kota Serang berdiri.

Karena, lanjutnya, HIV merupakan penyakit kronis yang belum dapat disembuhkan, jumlah kasus ini bersifat kumulatif dan terus bertambah seiring ditemukannya penderita baru.

Agil HUT Gerindra

“Tahun ini saja ada 147 temuan baru. Total keseluruhan sejak awal berdiri Kota Serang sudah 405 kasus,” jelasnya.

Lebih lanjut, Teja menyebutkan bahwa delapan kelompok populasi kunci menjadi fokus pengawasan Dinkes, di antaranya laki-laki suka laki-laki (LSL), wanita pekerja seks (WPS), ibu hamil, dan warga binaan di lapas atau rutan. Dari berbagai kelompok tersebut, kasus terbanyak ditemukan pada kelompok LSL, dengan jumlah mendekati 200 orang.

“Kasusnya paling banyak pada kelompok LSL. Tapi mereka juga tidak semuanya warga asli Kota Serang, ada juga yang pendatang,” ujarnya.

Secara geografis, kasus HIV tersebar di seluruh kecamatan, dengan Kecamatan Serang menjadi wilayah dengan jumlah kasus tertinggi.

Selain gaya hidup, Teja menilai rendahnya kesadaran pengobatan juga menjadi faktor penyebab masih munculnya kasus baru. Dari total penderita, sekitar 15 persen tercatat putus berobat.

“Ada yang berhenti minum obat karena merasa sensitif ketika datang ke layanan kesehatan. Padahal kami terus melakukan pembinaan dan penelusuran melalui tim khusus agar mereka mau kembali menjalani pengobatan,” pungkasnya.***

Rifki HUT Gerindra
WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien