Dinkes Kota Serang HPN

Kerjasama Sampah, Warga Sekitar TPAS Cilowong Minta Pemerintah Tepati Janji

DPRD Kab Serang HPN

 

SERANG – Warga Kelurahan Cilowong, khususnya di wilayah Pasir Gadung dan Cikoak, Kecamatan Taktakan, Kota Serang, berharap janji kompensasi dari pemerintah kota (Pemkot) Serang segera direalisasikan menyusul kerja sama pengelolaan sampah antara Pemerintah Kota Serang, Pemerintah Kabupaten Serang, dan Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel).

Sebagai informasi, kerja sama tersebut mencakup penggunaan Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Cilowong oleh Pemkab Serang dan Pemkot Tangsel.

Dalam wacana kompensasi, Pemkab Serang disebutkan akan memberikan dana sebesar Rp1 miliar, sementara Pemkot Tangsel menyiapkan Rp3 miliar.

Dana tersebut rencananya akan dibagi untuk peningkatan kesejahteraan dan fasilitas di dua wilayah terdampak, yakni Pasir Gadung dan Cikoak, masing-masing 50 persen, termasuk penyediaan ambulans dan fasilitas kesehatan bagi warga sekitar.

Ketua RT 002 RW 11 Pasir Gadung Wadas, Rohidi, mengatakan masyarakat menyambut positif kerja sama tersebut, namun berharap janji-janji pemerintah tidak hanya berhenti di atas kertas.

“Dengan adanya perjanjian kerja sama ini, pemerintah menjanjikan kompensasi berupa tenaga kerja dan pembangunan lingkungan. Yang diutamakan itu Pasir Gadung dan Cikoak. Mudah-mudahan segera direalisasikan,” ujarnya, Selasa (6/1/2026).

Menurut Rohidi, poin yang dijanjikan pemerintah antara lain pembangunan jalan betonisasi, program pemberdayaan tenaga kerja lokal, dan bantuan CSR untuk pembangunan masjid satu kampung per tahun.

HPN Dinkes Prokopim

“Yang paling utama itu tenaga kerja. Warga kami berharap pemerintah benar-benar mengutamakan masyarakat sekitar TPAS untuk bekerja, jangan hanya dijanjikan saja,” katanya.

Rohidi menambahkan, sejak TPAS Cilowong berdiri pada tahun 1995, masyarakat sekitar belum banyak merasakan manfaat langsung dari keberadaan fasilitas tersebut.

“Seharusnya masyarakat sekitar TPAS Cilowong ini mendapatkan perhatian lebih. Kami berharap tahun ini fasilitas masyarakat bisa segera dipenuhi,” ujarnya.

Ia menyebut jarak antara permukiman warga dengan area pembuangan Cilowong hanya sekitar 300 meter, sehingga dampak lingkungan dari aktivitas TPAS cukup dirasakan masyarakat.

Selain janji pembangunan infrastruktur dan lapangan kerja, warga juga berharap ada perhatian terhadap program bank sampah yang sudah berjalan di wilayah mereka.

“Ibu-ibu di sini punya kegiatan daur ulang sampah plastik jadi pot bunga. Kalau bisa pemerintah ikut dorong supaya hasilnya bisa berkembang dan meningkatkan ekonomi warga,” ucapnya.

Rohidi menuturkan, saat ini terdapat sekitar 80 warga menganggur di wilayahnya, baik remaja maupun ibu rumah tangga, yang siap bekerja bila ada kesempatan dari pemerintah.

“Harapan kami, dengan adanya program pembangunan strategis nasional (PSN) dan kerja sama antar daerah ini, masyarakat bisa lebih sejahtera,” harapnya.***

HUT Fakta PT PCM
WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien