KH Ma’ruf Amin: Ulama Melakukan Gerakan Perlawanan Terhadap Penjajah

Gerindra Nizar

SERANG – KH Ma’ruf Amien selaku Rais Aam PBNU berkisah bahwa kyai, ulama dan santri memiliki catatan sejarah panjang akan merebut kemerdekaan dan mempertahankan keutuhan NKRI. Salah satunya adalah peristiwa Geger Cilegon di tahun 1888 dengan tokoh utamanya KH Wasyid yang makam nya berada di Kota Cilegon.

“Kita juga menjaga negara, sebab negara ini, ulama ikut berjuang memerdekakan ini. Abad 19, ulama melakukan gerakan perlawanan terhadap penjajah, salah satu nya Geger Cilegon,” kata KH Ma’ruf Amin, pada acara Silaturrahim dan Dialog Kebangsaan bersama Kapolri di Pondok Pesantren An Nawawi Tanar, Kabupaten Serang, Rabu (08/02).

Cicit dari Syekh Nawawi al-Bantani yang pernah menjadi Imam Besar Masjidil Haram ini pun berkisah bahwa karena peristiwa tersebut, Belanda berfikir bahwa perlawanan umat Islam dikarenakan berangkat haji di Makkah, Arab Saudi.

Fraksi serang
Fraksi

“Namun (Snouck) Hurgronje (peneliti Belanda) menyatakan bahwa penyebab nya adalah karena umat Islam yang berangkat haji dan mendapatkan pendidikan pesantren di Arab Saudi, pulang ke Indonesia yang akhirnya melakukan perlawanan,” terangnya.

Karena besarnya catatan sejarah itulah para kyai, ulama dan santri harus mampu menjaga keutuhan NKRI dan memperbaiki kondisi bangsa jika sudah mulai kehilangan arah.

“Ulama tidak hanya di pesantren saja. Di pesantren iya, dalam rangka menyiapkan tokoh-tokoh agama dan tokoh perbaikan atau perubahan. Penting juga mengambil peran menjaga umat dan negara,” tegasnya. (*)

Gerindra kuswandi