Komunitas Bantenbooks dan Pemkot Serang Gelar Pameran Buku Seba 2019

SERANG – Komunitas Bantenbooks menggelar pameran buku bertajuk Seba (Serang Indi Book Fair). Hal itu dikatakan Maslam Danuri Ketua Pelaksana Seba, Ia menjelaskan bahwa kegiatan tersebut bekerjasama dengan berbagai penerbit, penjual buku indie dan komunitas-komunitas kreatif baik Iokal dan interlokal yang didukung oleh Dewan Perpustakaan Daerah provinsi Banten dan Dinas Perpustakaan Kota Serang.

Menurutnya Seba 2019 merupakan event pameran buku pertama kali yang diselenggarakan di kota Serang, Ia berharap ke depan akan menjadi agenda tahunan berbagai komunitas dan industri kreatif di Kota Serang khususnya Banten.

“Ketika buku menjadi sumber kreativitas dan aktivitas, ketika pameran buku menjadi judul dari pameran industri kreatif yang lebih Iuas, ketika anak-anak muda menjadi populasi yang dominan dan potensial, globalisasi, perkembangan ilmu dan pengetahuan maju dengan pesat, maka kami percaya, kita memerlukan interkoneksi yang lebih luas lebih dari sekedar event Bazar, kita memerlukan book fair untuk mendorong kemajuan di kota Serang sebagai ibu kota Provinsi Banten yang menjadi halaman depan ketika Indonesia bahkan dunia melihat Banten,” ucapnya.

Selain itu, Walikota Serang Syafrudin yang meresmikan pojok buku “Aje Kendor” mengatakan, kegiatan ini akan menjadi wahana meningkatkan minat baca masyarakat, dan meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) di Kota Serang yang saat ini masih tertinggal.

Padahal, sebagai ibu kota Provinsi Banten, Kota Serang harus lebih baik dari ibu Kota Provinsi lainnya, dan hal itu perlu perhatian lebih dari berbagai element yang ada.

Ks nu

“SDM kita ini masih jauh tertinggal, ada yang masih buta aksara ada lulusan SD bahkan ada yang SD juga tidak lulus. Kalau wilayah kota minimal SDM itu sarjana jadi tidak ketinggalan dengan Kota lain. Kegiatan malam tadi adalah gagasan yang harus kita tindak lanjuti,” katanya.

Sementara itu, Politisi PDIP Budiman Sudjatmiko mengatakan, bahwa saat ini masih ada masyarakat yang busung pengetahuan, padahal seharusnya sekarang itu tidak ada lagi orang yang kurang pengetahuan jika membudyakan dengan tradisi membaca, diskusi, atau berpikir kritis yang menjadi salah satu cara bangsa untuk maju.

“Sekarang sudah banyak informasi kok masih kurang informasi kan kebangetan. Orang sekarang jadi pintar itu mudah loh dari forum Google dan sebagainya,” ujarnya.

“Hal ini perlu ditindaklanjuti sebagai kick off boleh harus ada tindak lanjutnya seperti membuat komunitas diskusi dan komunitas membaca,” tandasnya.

Diketahui, Seba merupakan pusat kegiatan promosi, transaksi, diskusi, dan interaksi skala lokal maupun nasional bagi kalangan penerbit, penulis, pustakawan, aktivis literasi, pekerja seni, budayawan, sineas, ilmuan dan pendidikan serta pelaku industri kreatif lainnya. (*/Dave)

Cibeber nu