Kondisi Jembatan Penghubung Lebakwangi–Carenang Memburuk, Warga Minta Pemkab Turun Tangan

 

SERANG – Jembatan Asa yang menjadi satu-satunya akses penghubung antara Kecamatan Lebakwangi dan Kecamatan Carenang kini mengalami kerusakan cukup serius.

Struktur jembatan terlihat lapuk dan berlubang, membuat warga yang melintas merasa waswas.

Salah seorang pengguna jalan, Naca, mengungkapkan bahwa kerusakan tersebut sudah terjadi sejak lama dan semakin parah dalam beberapa bulan terakhir.

“Bagian jembatannya sudah banyak yang bolong. Besinya pun kelihatan lapuk, jadi saat lewat rasanya tidak aman,” ujarnya kepada wartawan, Minggu (16/11/2025).

Menurut Naca, perbaikan sementara hanya dilakukan secara mandiri oleh warga yang melintas.

“Sekarang lagi diperbaiki seadanya pakai papan dan plat besi. Itu pun hasil swadaya masyarakat,” katanya.

Ia berharap pemerintah daerah segera memberikan perhatian karena jalur tersebut merupakan akses utama bagi berbagai kalangan.

“Banyak karyawan, guru, dan warga yang setiap hari lewat sini. Sudah lama tidak ada perbaikan dari pemerintah,” tambahnya.

Tokoh masyarakat Desa Walikukun, Asep Faturrohman, juga menyampaikan kekhawatirannya terkait kondisi jembatan yang menurutnya sudah sangat memprihatinkan.

“Saat ini satu-satunya akses yang kami punya ya Jembatan Asa. Kondisinya sudah goyang dan kayunya banyak yang lapuk,” ungkap Asep.

Ia menuturkan bahwa pemeliharaan jembatan selama ini dilakukan secara swadaya oleh warga maupun pengendara yang melintas.

“Biasanya yang lewat suka nyumbang ala kadarnya untuk perbaikan sementara,” jelasnya.

Asep menyebut, Jembatan Asa dibangun pada 2017 melalui program donatur masyarakat dari seluruh Indonesia.

“Jembatan ini dibangun murni dari donasi masyarakat. Diresmikan sekitar tahun 2017 lalu,” katanya.

Asep menambahkan bahwa pihaknya pernah mengajukan perbaikan ke Dinas PUPR Kabupaten Serang, dan saat itu langsung ditindaklanjuti dengan penyusunan Detail Engineering Design (DED).

“Waktu itu pihak PUPR sudah turun mengecek lokasi yang direncanakan untuk pembangunan jembatan baru penghubung dua kecamatan,” tuturnya.

Namun hingga kini pembangunan belum terealisasi.

“Kami berharap pemerintah bisa segera menindaklanjuti dan merealisasikan pembangunan jembatan tersebut. DED-nya sudah dibuat sejak beberapa tahun lalu,” harapnya.

Asep menegaskan bahwa keberadaan jembatan ini sangat vital bagi aktivitas warga.

“Kami hanya punya akses Jembatan Asa. Kondisinya semakin parah, jadi kami sangat berharap ada tindakan nyata,” pungkasnya.***

WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien