Krisis Modal, Perajin Alas Kaki di Carenang Kesulitan Kembangkan Usaha

SERANG – Pelaku usaha mikro perajin sandal dan sepatu di Desa Panenjoan, Kecamatan Carenang, Kabupaten Serang, Banten, mengaku menghadapi kendala permodalan yang berdampak langsung pada kelancaran produksi.
Herman Maryono, salah satu perajin setempat, menuturkan bahwa dirinya telah menekuni usaha pembuatan sandal dan sepatu sejak 2011.
Menjelang Hari Raya, ia kini memfokuskan produksi pada sandal yang permintaannya meningkat.
“Saya mulai usaha ini dari tahun 2011. Sekarang lagi fokus bikin sandal untuk persiapan jelang Lebaran,” ujarnya, Sabtu (14/2/2026).
Namun demikian, Herman mengaku keterbatasan modal menjadi hambatan utama dalam mengembangkan usahanya.
Selain itu, produknya juga belum memiliki merek dagang sehingga menyulitkan dalam hal pemasaran dan memperluas jangkauan pasar.

Selama ini, proses produksi masih dilakukan secara mandiri, mulai dari pembuatan pola, penjahitan, pencetakan (cutting), hingga tahap perakitan (assembling).
“Semuanya saya kerjakan sendiri, dari pola sampai assembling. Karena masih usaha perorangan, jadi belum bisa rekrut karyawan,” jelasnya.
Ia berharap adanya dukungan modal, baik dari pemerintah maupun pihak swasta, agar bisa meningkatkan kapasitas produksi sekaligus membangun identitas merek sebagai langkah awal memperluas pemasaran.
“Kalau ada bantuan modal, saya ingin buat brand dulu supaya produk bisa lebih mudah dipasarkan,” katanya.
Selain kebutuhan branding, Herman juga membutuhkan tambahan peralatan produksi seperti mesin embos untuk mencetak merek pada produk serta mesin jahit khusus sandal.
Menurutnya, mesin jahit untuk sandal berbeda dengan mesin yang digunakan untuk sepatu.
“Kendala utamanya ya modal. Kalau ada tambahan modal, bisa beli mesin embos buat merk dan mesin jahit khusus sandal. Karena beda dengan mesin sepatu,” pungkasnya.
Para perajin di Carenang berharap adanya perhatian dan dukungan konkret agar usaha kecil menengah (UKM) di sektor alas kaki dapat berkembang, meningkatkan produktivitas, serta membuka peluang lapangan kerja baru di Kabupaten Serang.***

