Kritik Kinerja 100 Hari Ratu Zakiyah-Najib, Mahasiswa Sebut Visi Serang Bahagia Masih Omong Kosong
SERANG – Puluhan mahasiswa menggelar aksi di Pendopo Bupati Serang, Minggu (31/8/2025).
Mereka yang menamakan gerakannya Aliansi Perjuangan Mahasiswa Rakyat, mengkritik kepemimpinan Ratu Zakiyah dan Najib Hamas yang baru beberapa bulan menahkodai Kabupaten Serang.
“Aksi ini digelar sebagai bentuk kritik terhadap kepemimpinan daerah yang dinilai gagal mewujudkan visi Kabupaten Serang Bahagia,” kata Koordinator Aliansi Aksi, Wildan.
Massa aksi membawa poster dan spanduk bertuliskan kritik terhadap pemerintah daerah yang baru menjabat tiga bulan itu.
Mereka menilai, hingga kini Kabupaten Serang masih dipenuhi persoalan mendasar mulai dari infrastruktur, pelayanan publik, hingga masalah sosial-ekonomi.
“Kabupaten Serang Bahagia hanyalah mimpi belaka jika pemerintah hanya sibuk pencitraan, tanpa kerja nyata untuk rakyat. Serang Bahagia cuma omong kosong,” kata Wildan.
Dalam aksinya, mereka menuntut sejumlah hal terkait permasalahan yang ada di Kabupaten Serang, berupa proyek pengolahan sampah, tempat hiburan malam, pengangguran, pelayanan kesehatan yang buruk, tambang ilegal dan lainnya.
Seharusnya, kata dia, dalam 100 hari kerja, kinerja Bupati dan Wakil Bupati Serang sedikitnya bisa memberikan kabar baik bagi warga di wilayah tertua se-Provinsi Banten itu.
“Namun, yang terjadi justru masyarakat disuguhi gimmick, pencitraan, dan program tidak jelas,” tegasnya.
Senada, Ketua HMI MPO Cabang Serang Raya Jamal, mengatakan bahwa 100 hari pertama kepemimpinan seharusnya menjadi momentum membuktikan komitmen kerja nyata, bukan malah
“Jika 100 hari saja sudah gagal menjawab persoalan rakyat, bagaimana nasib lima tahun ke depan, Pemerintah harus serius mengevaluasi dan menjawab tuntutan ini,” tegasnya.
Jika tuntutan tak dipenuhi, para mahasiswa berencana bakal melakukan aksi lanjutan pada tanggal 3 September 2025 nanti. (*/Ajo)

