Wisata Anyer

Manfaatkan 376 Hektare, PBNU Jajaki Kerja Sama dengan Pemkot Serang Bangun Zona Ekonomi Sirkular Berbasis Green Economy

SERANG – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) melalui Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) menjajaki kerja sama dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Serang.

Kerjasama ini dilakukan untuk membangun zona ekonomi sirkular berbasis green economy.

Program ini akan memanfaatkan 376 hektare lahan agrikultur yang telah ditetapkan Pemkot Serang sebagai kawasan khusus pengembangan ekonomi hijau.

Sekretaris Lakpesdam PBNU sekaligus Ketua Bapenas PBNU, Dr. Ufi Ulfiyah, mengatakan kunjungan pihaknya ke Kota Serang bertujuan menjalin kolaborasi strategis dalam pengembangan ekonomi hijau yang berkelanjutan.

“Tujuan kita ke Kota Serang adalah menjajaki kerja sama antara PBNU dan Pemerintah Kota Serang untuk membangun green economy circular,” ujarnya, Jumat (21/11/2025).

Ufi menjelaskan, dari sekitar 400 hektare lahan agrikultur yang dimiliki Kota Serang, sekitar 376 hektare siap dikembangkan menjadi Economic Circular Zone atau zona ekonomi sirkular.

Kawasan ini akan menjadi kawasan terpadu yang mengintegrasikan produksi pupuk organik, pertanian, dan peternakan ayam.

Limbah hasil pertanian seperti jerami serta limbah peternakan ayam akan diolah menjadi pupuk organik menggunakan teknologi ramah lingkungan hasil pengembangan PBNU bersama para ahli dari Taiwan.

“Material pupuk yang kita butuhkan berasal dari sampah pertanian dan peternakan ayam, yang diolah dengan teknologi tertentu,” jelas Ufi.

Ia menambahkan, PBNU menargetkan penandatanganan kesepakatan kerja sama dengan Pemkot Serang pada Januari mendatang.

Pembahasan lanjutan akan mencakup aspek teknis, skema profit and loss, serta manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya petani lokal.

“Secara prinsip sudah disetujui. Tinggal dibicarakan bagaimana kerja sama ini memberikan manfaat untuk masyarakat Kota Serang,” katanya.

Lebih lanjut, Ufi menegaskan bahwa zona ekonomi sirkular ini bukanlah kota mandiri, melainkan kawasan produktif yang memadukan peternakan, pertanian, dan pabrik pupuk organik.

Seluruh kegiatan di kawasan tersebut juga akan menggunakan tenaga kerja lokal sebagai bagian dari prinsip transfer knowledge.

“Semua akan menggunakan tenaga lokal karena prinsip kami adalah transfer knowledge,” tuturnya.

Menurut Ufi, program ini sejalan dengan arah kebijakan nasional Presiden Prabowo Subianto yang mendorong pemanfaatan limbah dan sampah menjadi energi atau produk bernilai ekonomi tinggi.

“Secara teknologi semua possible. Yang dibutuhkan hanya komitmen,” tegasnya.

Ufi juga menyebut bahwa Kota Serang dipilih sebagai lokasi proyek karena dinilai memiliki lahan siap bangun dan selaras dengan prioritas pembangunan nasional.

“Kota Serang ini relevan dengan rencana nasional. Pemerintah pusat sudah menjadikannya fokus, dan Pemkot juga sudah punya kawasannya,” ujarnya.

Diketahui, untuk tahap awal atau batch pertama, PBNU menyiapkan investasi senilai 10 juta dolar AS guna merealisasikan pembangunan zona ekonomi sirkular tersebut.***

WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien