Merasa Tertekan, Anak Tertua Almarhumah Yuli Dititipkan Ke DP3AKB Kota Serang

SERANG– Untuk memulihkan kembali mental dan fisik dari anak almarhumah Yuli Nur Amelia (42), Pemerintah Kota Serang pun memutuskan menitipkan Ika (18) anak tertua almarhumah Yuli ke Dinas Pemberdayaan Perlindungan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Serang, Rabu (22/4/2020).

Dikatakan Walikota Serang Syafrudin, jika keputusan itu diambil agar anak tertua dari almarhumah Yuli yang diduga mendapat tekanan dari lingkungan sekitarnya agar mendapat pendampingan dan pembinaan dari psikolog.

“Kita serahkan anak yang kemarin ditinggal ibunya. Karena sebagai leading sektor nya itu kan DP3AKB. Biar nanti dapat pembinaan baik fisik maupun mentalnya, baik pendidikan dan sebagainya. Ini akan dibina oleh tim medis dan psikolog,” ucap Syafrudin kepada awak media.

Sementara itu, Kepala DP3AKB Kota Serang, Toyalis menuturkan, jika dititipkannya anak dari almarhumah Yuli dikarenakan pihaknya mendapat laporan jika saat ini kondisi dari anak tertua dari almarhumah Yuli merasa tertekan usai pemberitaan terkait nasib keluarganya viral diberbagai media.

Kartini dprd serang

“Karena dia masih anak-anak, kita simpan saja ke TP2DP2A, biar kami yang melakukan intervensi. Nanti kalau dia merasa tertekan dan lain sebagainya, biar psikolog yang memberi terapinya. Itu pertimbangannya,” ujarnya.

Dijelaskan Toyalis, selain karena memang sudah jadi tupoksinya terkait perlindungan perempuan dan anak, ia pun menginginkan agar hak-hak dari almarhumah Yuli bisa terpenuhi.

“Pokoknya hak-hak anak, hak ketenangan dan hak-hak lainnya yang dia butuhkan. Pokoknya selama ditempat ini (DP3AKB) akan kita pulihkan,” ungkapnya.

Diakui Toyalis, meski anak dari almarhumah Yuli berjumlah 4 orang. Namun pihaknya hanya mengambil anak tertuanya saja lantaran ketiga anak lainnya saat ini diurus langsung oleh keluarganya.

“Yang masih kecil itu sama bibinya, yang kedua itu sama bapaknya, karena itu lain bapak. Karena empat anak itu lain-lain bapaknya. Tadinya mau kita ambil semua, tapi bapaknya menginginkan merawatnya. Tapi untuk yang tertua ini, jadi dia banyak tekanan dari tetangga dan teman-temannya, di bully, makanya kita amankan,” tandasnya. (*/YS)

Polda