Minta Maaf Terkait Insiden Dekorasi Pernikahan, Owner Nafa Wedding Sebut Kendaraan Pengangkut Rusak

SERANG – Owner Nafa Wedding, Nafa, menyampaikan permohonan maaf secara terbuka terkait insiden kurang maksimalnya layanan dekorasi pada salah satu acara pernikahan saudari Wulan yang digelar pada Minggu (15/6/2025) lalu.
Pernyataan ini disampaikannya dalam klarifikasi resmi atas berbagai pemberitaan dan reaksi di media sosial yang ramai dalam dua pekan terakhir.
Dalam keterangannya, Nafa mengakui adanya kelalaian dalam proses pengerjaan dekorasi yang disebabkan oleh sejumlah kendala teknis serta kondisi pribadinya yang tengah hamil besar.
Ia menegaskan bahwa dirinya tidak hadir untuk membela diri, melainkan untuk bertanggung jawab dan menyampaikan fakta dari sudut pandangnya secara terbuka.
“Saya hadir sebagai manusia biasa yang tak luput dari kesalahan, sebagai perempuan yang sedang mengandung dan sedang berjuang menjalankan peran sebagai pelaku usaha sekaligus calon ibu,” ujarnya kepada wartawan, Jumat (27/6/2025).
Nafa menjelaskan, klien atas nama Wiwin Wulandari awalnya memesan paket Wedding Organizer senilai Rp17 juta, kemudian pada tahun 2025 memilih paket senilai Rp31,5 juta.
Persiapan dekorasi sudah dilakukan sejak 12 Juni malam dengan tahapan pemasangan rangka, kain tenda, dan finishing dekorasi pada 14 Juni malam.
Namun, sebuah kendala terjadi ketika kendaraan pengangkut dekorasi mengalami kerusakan di kawasan Serang Barat pada malam hari tanggal 14 Juni.

Proses penanganan dilakukan dengan segera, termasuk mengalihkan pengangkutan barang menggunakan jasa Lalamove dan menghubungi bengkel serta mencari mobil sewaan pengganti.
“Saya terus berkoordinasi dan berusaha memastikan bahwa dekorasi tetap dapat diselesaikan tepat waktu. Namun memang ada hal-hal di luar kendali yang menyebabkan hasil akhir tidak maksimal, termasuk keterlambatan pengiriman kursi dan ketidaksesuaian dekor,” kata Nafa.
Ia menyampaikan permohonan maaf secara langsung kepada keluarga mempelai pada 15 Juni siang dan menyatakan kesiapannya untuk bertanggung jawab atas kejadian tersebut.
Berdasarkan kesepakatan bersama, pihak Nafa Wedding melakukan refund sebesar Rp15 juta dan membuat video permintaan maaf sebagai bentuk itikad baik dan penyelesaian secara kekeluargaan.
“Saya menyepakati seluruh permintaan dari pihak klien tanpa menawar, sebagai bentuk tanggung jawab saya. Video permintaan maaf tersebut direkam oleh pihak keluarga klien dan kini beredar di media sosial,” jelasnya.
Nafa juga menyebut bahwa pada 16 Juni timnya sempat kembali ke lokasi untuk mengambil perlengkapan yang tertinggal serta menyampaikan permohonan maaf secara langsung kepada ibu dari mempelai. Menurutnya, respons dari pihak keluarga saat itu cukup baik dan disebutkan bahwa persoalan telah diikhlaskan.
Sebagai penutup, Nafa berharap agar klarifikasi ini dapat memberikan gambaran utuh dan menyeimbangkan informasi yang beredar.
Sebelumnya viral di media sosial Video seorang pengantin wanita menangis histeris dan pingsan pada hari pernikahannya sendiri viral di media sosial.
Momen yang seharusnya dibanjiri kebahagiaan itu berubah menjadi mimpi buruk bagi mempelai wanita bernama Wulan, disebabkan oleh kekecewaan mendalam terhadap penyedia jasa pernikahan yang belum menyelesaikan proses dekorasi. (*/Fachrul)


