Wisata Anyer

Miris! Mahasiswa Untirta Kedapatan Merekam Video di Toilet Perempuan, Seorang Dosen Turut Jadi Korban

SERANG – Salah seorang dosen di Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) disebut jadi korban dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oknum mahasiswa.

Mahasiswa Untirta yang tak ingin disebutkan namanya membenarkan adanya kasus tersebut.

Ia menceritakan, tindakan dugaan pelecehan seksual itu dalam bentuk tindakan mahasiswa yang merekam aktivitas pengguna toilet perempuan dengan menggunakan handphone, Rabu (1/4/2026).

“Kejadiannya sekitar jam 1 siang, ada mahasiswa yang merekam di toilet perempuan. Saat itu dosen melihat perekam dan teriak, sempat terjatuh HP si pelaku dan diambillah HP nya pelaku,” ungkap salah seorang mahasiswa.

“Bahkan dosennya sempat kena pukul oleh pelaku mahasiswa, karena HP sempat diambil oleh dosen tersebut. Korbannya diduga lebih dari satu orang. TKP kejadian di toilet gedung B Untirta Pakupatan,” sambungnya.

Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Untirta pun telah membuat pernyataan lewat Instagramnya.

Dalam akun @fisipuntirta_, pihak Civitas Akademika mengecam keras segala bentuk pelecehan seksual.

“Kami, segenap pimpinan dan civitas akademika Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, dengan tegas mengecam keras segala bentuk pelecehan dalam bentuk apa pun,” tulis akun tersebut.

Tindakan pelecehan, tulis akun tersebut, merupakan pelanggaran serius terhadap nilai kemanusiaan, etika, serta norma yang berlaku di lingkungan akademik, dan tidak dapat dibenarkan dalam kondisi apa pun.

“Fakultas menegaskan bahwa setiap pelaku pelecehan harus diproses dan ditindak secara tegas tanpa pengecualian, sesuai dengan peraturan yang berlaku,” tulisnya lagi.

FISIP Untirta juga menyatakan keberpihakan penuh kepada korban.

Pihak FISIP juga memprioritaskan keamanan, kenyamanan, serta pemulihan korban dalam setiap penanganan kasus.

“Fakultas berkomitmen untuk menyediakan ruang yang aman, mendukung, dan bebas dari tekanan bagi korban,” tulis akun tersebut.

Lebih lanjut, FISIP Untirta siap memberikan pendampingan secara menyeluruh, baik secara moral maupun melalui mekanisme kelembagaan, dengan tetap menghormati kebutuhan dan keputusan korban.

“Kami percaya bahwa lingkungan kampus harus menjadi ruang yang aman, inklusif, dan bermartabat bagi seluruh civitas akademika,” tutup pernyataan FISIP Untirta.

Saat dikonfirmasi mengenai hal ini, Humas dan Protokol Untirta, Adhitya Angga Pratama membenarkan adanya kejadian tersebut.

Pihaknya telah berkoordinasi dengan Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (Satgas PPK).

Namun pihaknya belum bisa memberikan keterangan lebih rinci atas dugaan tindakan tersebut.

“Saya (sudah) koordinasi dengan Satgas PPK Untirta. Di tataran universitas nanti melalui yang membidanginya, yaitu Satgas PPK,” ujarnya saat dihubungi melalui pesan singkat WhatsApp. (*/Ajo)

WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien