Pelajar SMA Darul Rahman Walantaka Dibacok Sekelompok Remaja Ketika Pulang Sekolah

Loading...

 

SERANG – Kejadian tragis menimpa seorang pelajar SMA Darul Rahman Walantaka, Kota Serang, Provinsi Banten, Senin (13/11/2023).

Seorang siswa Kelas 3 SMA menjadi korban serangan sekelompok remaja tak dikenal yang membacoknya saat pulang sekolah.

Insiden ini terjadi di sekitar area sekolah sekitar pukul 14.00 WIB pada hari Senin (13/11/2023), ketika korban yang bernama Firman hendak pulang menuju rumahnya.

Saksi yang juga merupakan teman korban, bernama AP (17) saat itu melihat sekelompok remaja menggunakan motor mendekati korban yang juga tengah membawa motor dan secara tiba-tiba melancarkan serangan menggunakan senjata tajam.

“Kita keluar bareng, dan Firman ke parkiran dulu, setelah keluar gerbang saya lihat ada 3 motor antara 6-7 anak laki-laki pakai celana sekolah abu-abu atau sekolah SMA. Mereka ngeliatin saya dan ngeliatin sekitar sekolahan, dan ketika Firman keluar, anak yang berjumlah 6-7 orang itu mengejar Firman terus dibacok sampai motornya oleng lalu jatuh,” kata AP (17) saat diwawancarai pada Senin (13/11/2023).

PCM

“Setelah Firman jatuh, anak-anak remaja itu kabur dan ketika Firman bangun saya lihat darah banyak, saya samperin sama teman saya dan langsung membawa Firman ke Puskesmas Walantaka menggunakan motor. Setelah itu saya langsung lapor polisi,” imbuhnya menjelaskan.

Pelajar yang tidak bersalah itu mengalami luka-luka serius di bagian punggung bawah dan segera dilarikan ke Puskesmas Walantaka untuk perawatan medis.

Pihak aparat kepolisian setempat segera merespons kejadian ini. Berdasarkan informasi dari keluarga korban, polisi tengah mencari para pelaku dan menanyai para saksi yang ada.

Fahmi, sebagai keluarga korban juga bersyukur karena luka yang berada di tubuh korban yang didapati dari bacokan Celurit BR pelaku, bisa segera diobati dan ditangani oleh pihak medis.

“Korban ini sodara saya, dikenal dengan kepribadian baik dan aktif di kegiatan masyarakat remaja Islam masjid. Tadi saya cek mengalami luka di punggung bawah sebesar 7 cm. Alhamdulillah korban baik-baik saja, namun saya tidak bisa mentolerir perbuatan jahat yang dilakukan oleh pelaku,” kata Fahmi.

Pihak keluarga juga mendesak pihak kepolisian untuk segera menangkap dan mengadili pelaku agar memberikan keadilan bagi korban dan mencegah kejadian serupa terulang.

Kejadian ini menjadi sorotan masyarakat dan menimbulkan keprihatinan terhadap tingkat keamanan di sekitar lingkungan sekolah. Pihak terkait diharapkan dapat mengambil langkah-langkah yang efektif untuk menjaga keamanan siswa dan masyarakat sekitar, serta memberikan kepastian hukum bagi pelaku kejahatan ini. (*/Hery)

Bank bnten
WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien