Pemerintah Relokasi Sementara 30 KK dari Zona Terkontaminasi Cesium-137 di Cikande Gunakan Dana Tak Terduga

SERANG – Pemerintah pusat bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang akan memindahkan sementara 30 kepala keluarga (KK) yang bermukim di kawasan terpapar radionuklida Cesium-137 di Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang, Banten.
Langkah ini ditempuh guna mempercepat proses dekontaminasi sekaligus menjamin keselamatan warga dari potensi paparan radiasi.
Deputi Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (PPKL) Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), Rasio Ridho Sani, menjelaskan bahwa relokasi menjadi bagian krusial dari strategi mitigasi penanganan kawasan terkontaminasi.
“Proses pembersihan tidak bisa dilakukan selama masyarakat masih tinggal di area terpapar. Keselamatan warga dan petugas menjadi prioritas utama, karena itu relokasi sementara sangat diperlukan agar dekontaminasi dapat berlangsung lebih cepat dan aman,” ujarnya di Serang, Senin (20/10/2025).
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Serang, Yadi Priyadi Rochdian, menyampaikan bahwa pendataan warga terdampak telah rampung.

Dari 31 KK yang awalnya tercatat, satu di antaranya teridentifikasi ganda akibat perbedaan administrasi.
“Setelah verifikasi, jumlah keluarga yang benar-benar terdampak sebanyak 30 KK. Kami telah menyiapkan dukungan anggaran dari dana tak terduga karena situasinya bersifat darurat,” kata Yadi.
Ia menambahkan, warga yang akan direlokasi berasal dari dua titik utama, yakni lokasi E dan F2 di Kampung Sadang, Desa Sukatani.
“Di lokasi E ada delapan KK dengan total 28 jiwa, sementara di lokasi F2 terdapat 19 KK. Sebagian warga sudah memutuskan untuk menyewa tempat tinggal sementara di area yang dinyatakan aman,” jelasnya.
Sementara itu, Camat Cikande Mochamad Agus menyebut mayoritas warga telah menyatakan kesediaan untuk berpindah setelah mendapat penjelasan teknis dari tim Kementerian Lingkungan Hidup, BRIN dan unsur TNI-Polri.
“Kami terus melakukan pendekatan persuasif agar relokasi berjalan tanpa hambatan dan tidak menimbulkan kekhawatiran di masyarakat,” ujarnya. ***


