Puluhan Siswa SMPN 1 Kramatwatu Diduga Keracunan, Dinkes Serang Lakukan Investigasi

SERANG – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Serang langsung bergerak cepat setelah muncul dugaan keracunan massal yang dialami sejumlah siswa SMPN 1 Kramatwatu.
Sebanyak 29 pelajar dilaporkan mengalami mual, muntah, dan sakit perut usai menyantap makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Peristiwa itu terjadi pada Senin (1/9/2025) sekitar pukul 11.00 WIB. Saat itu, siswa menerima menu telur rebus, tempe, dan sayuran.
Namun, tidak lama setelah makan, sebagian di antaranya mulai merasakan gejala keracunan.
Kepala Dinkes Kabupaten Serang, Rahmat Fitriadi, menuturkan pihaknya telah menurunkan tim untuk melakukan penelusuran.
Pemeriksaan dilakukan mulai dari proses produksi, distribusi, hingga penyajian makanan di sekolah.

“Kami tengah menyiapkan satuan tugas MBG bersama pemerintah daerah agar makanan yang dikonsumsi anak-anak benar-benar mendapat pengawasan menyeluruh,” ujarnya, Kamis (4/9/2025).
Meski makanan yang disantap siswa pada hari kejadian sudah tidak tersisa, Dinkes tetap mengambil sampel dari penyedia untuk diuji di laboratorium.
Langkah ini dilakukan guna memastikan penyebab pasti dari dugaan keracunan.
“Memang tidak bisa dipastikan identik dengan makanan yang kemarin, tetapi tetap kami periksa sebagai bahan uji,” tambah Rahmat.
Ia menegaskan, insiden ini menjadi catatan penting agar kejadian serupa tidak terulang di sekolah lain.
Menurutnya, pengawasan MBG tidak hanya menjadi tanggung jawab Dinkes, tetapi juga melibatkan dinas terkait lain, termasuk ketahanan pangan.
“Ini pembelajaran bersama. Mulai dari bahan baku, pengolahan, hingga distribusi harus lebih diperhatikan, sehingga makanan yang sampai ke anak-anak benar-benar layak konsumsi,” tegasnya. (*/Fachrul)



