Sebagian Wilayah Kota Serang Terendam Banjir, Kadis PU Sebut Akibat Tumpukan Sampah
SERANG– Hujan deras yang mengguyur sejak Rabu (3/2/2021) dini hari hingga pagi hari menyebabkan banjir di sejumlah wilayah di Kota Serang yang melanda Kota Serang.
Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Serang, tercatat 8 titik pemukiman warga terendam banjir. Diantaranya, Komplek Ranau Estate, Komplek Untirta Permai, Pemukiman Cinanggung, Komplek Grand Sutera, Taman Widya Asri, Lingkungan Cikulur Jelawe, Lingkungan Pengampelan dan Lingkungan Kaujon Baru.
Dikatakan Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Serang, M Ridwan, jika banjir yang terjadi di sejumlah wilayah Kota Serang disebabkan karena tersumbatnya aliran sungai oleh tumpukan sampah. Termasuk banyaknya berdiri bangunan di bantaran sungai.
Padahal menurutnya, berdasarkan aturan yang sudah ditetapkan, jika batas sempadan sungai yang tidak boleh berdirinya bangunan bisa mencapai 25 meter.

“Itu ada aturannya batas sempadannya. Sungai kecil dan sungai besar itu ada aturan sempadannya. Ada yang 5 meter, ada yang 15 meter dan ada yang 25 meter. Nah itu yang tidak boleh dibangun,” ucapnya kepada awak media, Kamis (4/2/2021).
Karena menurutnya, berdasarkan hasil temuan di beberapa lokasi banjir di Kota Serang, terdapat berbagai faktor yang menyebabkan air sungai bisa meluap ke pemukiman warga saat debit air sungai mengalami peningkatan.
“Di lapangan itu, banyak sedimentasi, banyak sampah, banyak gulma. Dan itu yang akan kita kerjakan (perbaikan) mulai tahun 2021 ini,” ujarnya.
Untuk itu, pihaknya pun akan melakukan serangkaian penanganan terhadap banjir yang kerap terjadi di Kota Serang. Salah satunya dengan menyiapkan anggaran di tahun 2021 agar bisa meminimalisir terjadinya banjir.
“Untuk alokasi anggaran yang akan disiapkan untuk penanganan banjir terbatas, diantara 3 sampai 5 miliar. Termasuk dalam pemeliharaan dan pembangunan, termasuk drainase,” tandasnya. (*/YS)
