Iklan Banner

Status Bencana Di Kabupaten Serang Tanggap Darurat, Petani Berharap Bantuan

Pandeglang Gerindra HUT

SERANG–Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang menetapkan status Tanggap Darurat bencana hidrometeorologi.

Status ini ditetapkan menyusul meluasnya dampak bencana hidrometeorologi seperti banjir, angin kencang, dan pergerakan tanah di sejumlah wilayah.

Di Kampung Parungpung, Desa Pamarayan dalam sepekan terakhir, banjir tercatat terjadi hingga empat kali dan menggenangi lahan sawah milik para petani.

Kondisi tersebut menyebabkan tanaman padi rusak dan berdampak pada gagal panen.

Bahkan, petani harus menanggung kerugian berulang akibat bibit padi yang hanyut dan membusuk terendam genangan air.

Salah seorang petani, Rifqi, mengungkapkan banjir yang datang silih berganti membuat petani kehilangan harapan untuk menyelamatkan hasil tanamnya.

Agil HUT Gerindra

“Bibit juga berkali-kali hilang, baru tanam, kebanjiran lagi. Dalam seminggu bisa sampai empat kali air naik,” ujarnya, Rabu (28/1/2026).

Genangan air yang cukup lama, keluhnya, membuat lahan tidak bisa diolah kembali dalam waktu cepat.

Imbasnya, petani harus mengeluarkan biaya tambahan untuk membeli bibit baru, sementara hasil panen belum tentu bisa diselamatkan.

“Modal sudah keluar, tapi hasilnya tidak ada, jika terus seperti ini, petani bisa semakin terpuruk,” keluh Rifqi.

Ia berharap Pemkab Serang dan instansi terkait bisa segera turun, memberikan bantuan serta solusi nyata untuk mengatasi banjir yang kerap kali melanda wilayah tersebut.

“Yang kami harapkan bukan cuma bantuan, tapi juga solusi supaya banjir tidak terus terjadi di setiap hujan,” tukasnya.***

Rifki HUT Gerindra
WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien