Sungai Cikubang Terancam Mati, Pemkab Serang Mulai Serius Tangani

SERANG — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang menggelar rapat persiapan untuk menindaklanjuti permasalahan sedimentasi dan penumpukan sampah di Sungai Cikubang, Desa Argawana, Kecamatan Puloampel, Kabupaten Serang, yang telah berlangsung selama bertahun-tahun tanpa penanganan optimal, di Aula Setda Kabupaten Serang, Kamis (13/11/2025).
Rapat yang dihadiri sejumlah nelayan Cikubang itu sebagai langkah awal Pemkab Serang untuk melakukan pembersihan Sungai Cikubang dengan konsep gotong royong yang melibatkan unsur pemerintah, perusahaan, dan masyarakat.
Dalam surat resmi yang ditandatangani secara elektronik oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Serang, Zaldi Dhiuana, disebutkan bahwa rapat tersebut membahas teknis pelaksanaan kegiatan, peran instansi terkait, serta dukungan dari pihak perusahaan dan kelompok masyarakat/nelayan.
Ketua Rukun Nelayan Cikubang, Ali Musropi, membenarkan keikutsertaan para nelayan dalam rapat tersebut.

“Iya, betul. Tadi kami bersama rombongan sekitar 20 nelayan Cikubang menghadiri rapat,” ujarnya.
Ia menambahkan, berdasarkan hasil rapat, Pemkab Serang akan kembali menggelar pertemuan lanjutan sebelum kegiatan bersih-bersih sungai dilaksanakan.
“Insya Allah akan ada rapat kedua. Berdasarkan hasil pembahasan tadi, kegiatan gotong royong pembersihan Sungai Cikubang direncanakan pada 25 November 2025 mendatang,” jelasnya.
Ali berharap kegiatan tersebut tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga menjadi awal dari langkah nyata Pemkab Serang dalam menjaga ekosistem sungai yang selama ini menjadi sumber penghidupan masyarakat sekitar.
“Kami berharap pemerintah benar-benar serius menangani masalah ini. Sungai Cikubang adalah urat nadi bagi nelayan dan warga sekitar. Kalau mati, kehidupan kami juga ikut terancam,” pungkasnya.(*/Nandi).

