Iklan Banner

Tagana Kabupaten Serang Siapkan Tiga Program Kerja Prioritas

Pandeglang Gerindra HUT

SERANG – Taruna Siaga Bencana (Taruna) Kabupaten Serang siapkan tiga program kerja unggulan yang menjadi prioritas selain tugas utama dalam penanggulangan bencana. Tiga proker tersebut yaitu, penanaman pohon mangrove di Pulau Pisang dan Pulau Lima, kemudian penanaman pohon Aren di kawasan Rawa Danau Kecamatan Padarincang dan Kecamatan Gunung Sari dan membentuk Tagana Masuk Sekolah (TMS) disetiap Sekolah Dasar (SD) di wilayah Kabupaten Serang.

Ketua Tagana Kabupaten Serang Muhit Kurniawan mengatakan, pihaknya merasa optimis dengan proker prioritas tersebut akan tercapai. Menurutnya, Tagana Kabupaten Serang menjadi ujung tombak dalam menanggulangi bencana daerah dan untuk membantu Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang.

“Kita sangat optimis Proker itu dapat kita lakukan sampai tuntas, karna Proker ini sampai 2025 kedepan, dengan semangat baru kita bisa menjalankannya,” katanya, Kamis (8/4/2021).

Ia mengatakan, kegiatan raker tersebut juga menyusun rancangan kerja jangka pendek, menengah dan jangka panjang untuk dapat meningkatkan kapasitas dan kemampuan Tagana Kabupaten Serang.

“Kita juga akan meningkatkan kecerdasan relawan agar dapat mengedukasikan terhadap masyarakat diluar bencana dalam hal ini bagian cara mitigasi bencana, termasuk membentuk TMS,” tuturnya.

Agil HUT Gerindra

Dirinya berharap dengan dilaksanakannya raker dan konsidasi FK Tagana Kabupaten Serang dapat menambah kapasitas Tagana dalam kepedulian, kesiapsiagaan serta kekompakan satu sama lainnya.

“Kita juga berkeinginan kedepan Tagana ini semakin bersinergi dengan semua pihak dalam menanggulangi bencana,” ucapnya.

Sementara itu, perwakilan dari Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Serang Muhammad Idham Dana mengatakan, Tagana Kabupaten Serang wajib sigap tanggap dalam penanganan penanggulangan bencana di Kabupaten Serang.

“Kami Bangga sebagai pembina Tagana, karena para relawan Tagana ini menjadi kepanjangan tangan pemerintah daerah dalam penanggulangan bencana,” katanya.

Ia mengatakan, keberadaan Tagana sangat dibutuhkan meskipun tidak pernah dipublikasikan. Namun, kata Idham, Tagana selalu bekerja berdasarkan hati nurani, karena dirinya melihat bahwa Tagana selalu datang paling awal dan pulang paling akhir saat adanya kejadian bencana.

“Kami atas nama Dinsos dan selaku pembina tentu berkewajiban untuk mendengarkan dan mengakomodir semua keluhan dan kebutuhan Tagana. Semoga Tagana semakin terdepan dengan penuh sigap tanggap serta semakin solid dalam kebersamaan dan semangat dalam bekerja,” tukasnya. (*/Roel)

Rifki HUT Gerindra
WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien