Wisata Anyer

Temuan Cesium-137 di Cikande, Guru Besar Metalurgi Untirta: Masyarakat Jangan Panik, Tapi Tetap Hati-Hati

 

SERANG – Menanggapi temuan radioaktif Cesium-137 (C-137) di kawasan industri Modern Cikande, Kabupaten Serang, Guru Besar bidang metalurgi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta), Prof. Agus Pramono, menegaskan bahwa keberadaan zat radioaktif tersebut perlu diwaspadai, namun tidak serta-merta berbahaya selama masih berada di bawah ambang batas aman.

Menurut Agus, Cesium-137 merupakan produk reaksi dari proses fisi nuklir yang umumnya digunakan di bidang kesehatan maupun industri, seperti pada alat sterilisasi, uji cacat logam, maupun mendeteksi aliran fluida.

“Selama tersimpan dengan baik, C-137 tidak berbahaya. Tetapi jika terbuka dan masuk ke dalam tubuh, zat ini bisa menempel di jaringan dan berpotensi memicu kanker, terutama bila kadarnya di atas 1.200 becquerel (Bq) per kilogram,” jelasnya, Jumat (12/9/2025).

Agus mencontohkan laporan Food and Drug Administration (FDA) Amerika Serikat mengenai temuan udang yang terdeteksi mengandung Cesium-137 sebesar 68 Bq/kg.

Ia menilai kadar tersebut masih jauh di bawah ambang batas berbahaya.

“Kalau di atas 1.200 Bq/kg baru bisa mengkontaminasi jaringan tubuh dan menyebabkan penyakit seperti kanker. Dengan kadar 68 Bq/kg, itu masih batas aman” tegasnya.

Namun demikian, Agus mengingatkan bahwa paparan jangka panjang tetap perlu diantisipasi.

“Kita harus identifikasi secara kritis. Selama jauh dari angka kritis masih aman, tapi kalau mendekati, tentu berbahaya,” katanya.

Saat ditanya apakah Cesium-137 bisa digunakan sebagai bahan pengawet makanan, Agus menepis kemungkinan tersebut.

“Pengawet biasanya dari natrium, sedangkan Cesium-137 berbeda fungsi. Unsur ini sulit digunakan untuk pengawet karena berbentuk serbuk atau gas, bukan senyawa yang bisa menempel kuat,” ujarnya.

Agus juga menekankan pentingnya kewaspadaan masyarakat terhadap keberadaan radioaktif.

“Masyarakat tidak perlu panik, tapi tetap waspada. Hindari interaksi langsung dengan zat ini karena bisa menimbulkan iritasi hingga kanker. Upaya lain adalah memperbanyak tanaman di sekitar kawasan industri untuk membantu menyerap polutan,” jelasnya.

Ia menambahkan, secara umum keberadaan Cesium-137 di Cikande harus diawasi ketat agar tidak berdampak pada kesehatan maupun lingkungan.

“Selama jarak aman dijaga dan penyimpanan sesuai standar, masyarakat tetap bisa merasa tenang,” pungkas Agus. (*/Fachrul)

Bupati Pandeglang HUT
WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien