Tingginya Pengangguran di Banten, karena Peluang Kerja yang Ada Kurang Diminati
SERANG – Dewan Pendidikan Provinsi Banten menilai bahwa tingginya angka pengangguran dari alumni tingkat Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Provinsi Banten, disebabkan karena peluang kerja yang ada tidak sesuai dengan cita-cita maupun selera masyarakat.
Hal tersebut diungkapkan Ketua Dewan Pendidikan Provinsi Banten Dadang Setiawan kepada awak media, ditemui di ruang rapat Komisi V DPRD Provinsi Banten, Kamis (31/10/2019).
Dijelaskan Dadang, banyak peluang di dunia kerja di Banten yang bisa dimasuki oleh para lulusan SMK, namun hal tersebut tidak termanfaatkan dengan baik.
“Karena tidak sesuai dengan selera, jadi lebih memilih tidak bekerja dari pada harus di tempat yang tidak sesuai,” kata Dadang.
Sedangkan sudah menjadi rahasia umum bahwa tingkat pengangguran terbuka di Provinsi Banten begitu tinggi hingga mencapai 7,58 persen atau sebanyak 465,8 ribu orang.
Sedangkan banyaknya angka pengangguran di Banten ini, kata Dadang, salah satu indikatornya adalah karena masyarakat tidak bekerja secara formal.
“Tingkat pengangguran itu muncul karena tidak bekerja,” imbuhnya.
Hal itu juga yang kemudian menjadi masalah di Provinsi Banten, terutama dalam menekan angka pengangguran. Sehingga Dadang menilai bahwa masyarakat Banten yang menganggur, salah satu faktornya karena terlalu mengedepankan gengsi. (*/Qih)
